JAKARTA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan atensi kepada mahasiswa, masyarakat, dan seluruh elemen yang menggelar demonstrasi bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ia pun berpesan untuk tidak melakukan tindakan anarkis.
"Hari ini ya kita akan tetap melakukan upaya pengamanan, ya, di seluruh Indonesia," kata Suyudi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).
Suyudi mengklaim kepolisian akan tetap mengedepankan upaya yang humanis, preventif, dan preemtif dalam merespons aksi unjuk rasa. "Dan juga tentunya kita akan tetap menghargai segala penyampaian di muka umum," ucap Suyudi.
Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, mengonfirmasi rencana pengerahan massa tersebut. Ia menyebutkan estimasi jumlah massa yang turun ke jalan diperkirakan mencapai 2.500 orang pada puncak aksi (peak).
"Kami memperkirakan sekitar 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat akan memenuhi kawasan Bundaran HI mulai pukul 02.00 siang esok. Aksi #IndonesiaSadar ini membawa 'Lima Perintah Rakyat' atau LAPAR sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas serangkaian kebijakan dan kondisi negara yang makin menjauh dari kepentingan publik," tegas Namora saat dikonfirmasi, Selasa 27 Oktober 2026.
Namora membeberkan lima poin utama tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut. Pertama, Penetapan Bencana Nasional dan Pengusutan Korporasi Lingkungan Mendorong pemerintah segera menetapkan status bencana nasional atas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan, Sumatera, Papua, serta daerah lainnya.