Selain klaim terkait drone, Iran juga melaporkan insiden yang melibatkan sejumlah kapal tanker minyak di Selat Hormuz.
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menyebut sejumlah kapal tanker terbakar dan meledak, setelah mencoba melintasi jalur yang dianggap tidak sah oleh Teheran. Salah satu kapal dilaporkan mengangkut sekitar dua juta barel minyak mentah dan disebut terkena ranjau laut.
Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. Secara terpisah, otoritas keselamatan maritim Inggris (UKMTO) juga melaporkan sebuah kapal tanker terkena proyektil tak dikenal saat melintasi kawasan Selat Hormuz.
Serangkaian insiden tersebut semakin meningkatkan ketegangan di salah satu jalur pelayaran strategis dunia. Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak global, sehingga setiap gangguan keamanan di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas pengiriman energi internasional.
Hingga kini, sejumlah klaim Iran mengenai keberhasilan melumpuhkan aset militer AS masih diperdebatkan, sementara Washington membantah kehilangan kapal permukaan nirawak militernya.
(Awaludin)