Rintangan tersebut antara lain sempat dipenjara di Panama, ditodong senjata api di Meksiko, dan ditahan oleh pihak berwenang Rusia karena melintasi perbatasan secara ilegal—belum lagi penundaan akibat krisis keuangan tahun 2008 dan pandemi Covid.
"Seperti inilah wujud sebuah pengembaraan di abad ke-21," ujarnya kepada surat kabar Telegraph.
"Separuh dari perjalanan ini sebenarnya adalah upaya menghadapi masalah geopolitik dan birokrasi, bukan sekadar rintangan alam. Terkadang, satu-satunya solusi hanyalah menunggu."
Kepada BBC, Bushby mengungkapkan bahwa dari total 28 tahun tersebut, ia hanya menghabiskan sekitar 15 tahun untuk berjalan kaki. Ia kerap kembali ke Meksiko untuk mengurus visa, logistik, serta kesepakatan sponsor dengan perusahaan maupun media.
Sebuah film dokumenter panjang mengenai perjalanannya kini tengah dalam proses produksi, dan Bushby berencana untuk memulai rangkaian tur sebagai pembicara di berbagai wilayah di Inggris dalam beberapa minggu mendatang.
(Rahman Asmardika)