nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KA Bangun Karta Anjlok

Tritus Julan, Jurnalis · Selasa 27 November 2007 17:41 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2007 11 27 1 64150

JOMBANG- Kereta api (KA) Bisnis Bangun Karta jurusan Jombang-Jakarta  anjlok di Stasiun Jombang. Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan kereta yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu.

Anjloknya kereta dengan nomor Loko CC 201110 ini diduga akibat kelalaian petugas pengontrol wessel. Kereta yang membawa 10 gerbong ini keluar dari jalur III saat hendak lansir sesaat sebelum memberangkatkan penumpang dari stasiun Jombang.

Beruntung, anjloknya kereta ini tak mengenai rumah warga yang hanya berjarak sekitar 20 meter itu. Kereta yang meluncur dari arah timur ini terhenti setelah tertahan gundukan tanah yang ada di batas rel di jalur III.

Warga disekitar lokasi kecelakaan sempat panik setelah mendengar bunyi kereta yang anjok. Warga khawatir jika laju kereta ini menimpa rumahnya. ''Untung saja jalannya kereta masih lambat, sehingga tak sampai menabrak rumah warga,'' kata Solikin, warga Dusun Geneng Desa Jombatan, yang letaknya hanya beberapa meter saja dari lokasi kecelakaan.

Mengetahui anjoknya kereta ini, beberapa petugas stasiun KA Jombang langsung melakukan evakuasi dengan menggeret 9 gerbong kembali ke stasiun. Sementara lokomotif dan satu gerbong eksekutif hingga sore kemarn masih belum bias dievakuasi, karena kondisi kereta yang sudah menginjak tanah dan keluar dari jalur III.

Akibat kecelakaan ini, beberapa penumpang KA Bangun Karta terlantar dan jadwal keberangkatan kereta pun menjadi molor. Sementara selang satu jam, sembilan gerbong yang selamat diberangkatkan dari stasiun Jombang sekitar pukul 15.30.

Hingga pemberangkatan KA Bangun Karta dilakukan, pihak Stasiun KA Jombang masih belum bisa menentukan penyebab anjoknya kereta yang di masinisi Agus Sujono itu. ''Belum bisa kami pastikan. Kami sedang mengecek di lapangan, apa yang menjadi penyebab kecelakaan ini,'' kata Eddy Juswan, Pembantu Kepala Stasiun Jombang.

Ia menduga, Masinis tak bisa mengendalikan rem saat kereta sudah sampai pada pangkal jalur. Sehngga, kereta terus saja menerobos rel, meski posisi kereta sudah sampai di ujung lintasan. ''Kemungkinannya begitu,'' terangnya.

Ia juga tak berani memastikan jika kesalahan terjadi pada petugas perjalanan kereta api (PPKA) yang mengatur jalannya kereta di setiap perlintasan. ''memang seharusnya petugas membelokkan rel ke perlintasan dua sehingga kereta siap diberangkatkan dari jalur dua. Tapi dari kondisi wessel, posisi belokan rel sudah pada tempatnya,'' elaknya.

Namun demikian, ia masih melakukan penelitian penyebab kecelakaan yang menyebabkan molornya jadwal keberangkatan KA Bangun Karta ini. ''Masinisnya masih berada di stasiun. Dan akan tetap melanjutkan perjalanan KA hingga sampai tujuan,'' lanjutnya.

Sementara dari beberapa petugas di stasiun KA Jombang tampak sibuk untuk melakukan evakusi terhadap kereta yang masih dalam posisi anjlok itu. Namun kecelakaan ini tak berpengaruh pada jadwal perjalanan kereta lainnya karena keelakaan terjadi di jalaur III, yang hanya digunakan kereta untuk lansir.

(sjn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini