KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia menahan lima warga etnis India menggunakan Undang-Undang Keamanan Internal (Internal Security Act/ISA), yang memperbolehkan penahanan tanpa proses peradilan.
Para aktivis yang ditangkap merupakan aktivis Kekuatan Aksi Hak-hak Individu (Hindu Rights Action Force/Hindraf), yang mengecam diskriminasi terhadap etnis India oleh pemerintah dalam aksi 25 November lalu, dan melibatkan 20 ribu orang.
"Mereka akan ditahan sedikitnya selama dua tahun di bawah ISA," ujar Wakil Menteri Keamanan Dalam Negeri Johari Baharom kepada Associated Press, Kamis (13/12/2007). "Langkah ini (penahanan) perlu dilakukan, karena mereka telah menyebabkan banyak permasalahan bagi publik."
Penangkapan ini merupakan bagian dari langkah represif yang diambil pemerintah Negeri Para Datuk itu, semenjak Hindraf menggerakkan unjuk rasa bulan lalu. Aksi tersebut merupakan yang terbesar dalam satu dekade ini.
Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi awal pekan ini menyatakan, pemerintah tidak akan menoleransi demonstrasi jalanan karena dapat menimbulkan kekerasan. Dia mengingatkan, jika diperlukan, pihaknya akan menerapkan ISA.
Hindraf mendesak kesejajaran dan perlakuan yang adil bagi warga etnis India. Mereka juga menilai perlakuan istimewa bagi etnis Melayu Muslim dalam perekonomian, pekerjaan, dan pendidikan, merupakan diskriminasi ras.
Namun, pemerintah Malaysia membantah berlaku diskriminatif terhadap etnis India.
Syed Ibrahim Syed Noh, aktivis hak asasi manusia di Malaysia, mengecam penahanan terhadap kelima aktivis Hindraf itu.
"Anda tidak dapat menghukum dengan menggunakan ISA," ujar Ibrahim. "Kami prihatin dengan penahanan ini, karena telah terjadi banyak kasus polisi melakukan penyiksaan dalam kasus yang terkait ISA."
Saat ini sebanyak 8% etnis India tinggal di Malaysia dari 27 juta penduduk. Mereka selama ini merasa diperlakukan tidak layak secara sosial ekonomi. Sebanyak 60 persen etnis Melayu menguasai pemerintah. Sedangkan etnis China yang jumlahnya seperempat populasi mendominasi sektor bisnis.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari