JAKARTA - Kondisi perkembangan kesehatan mantan Presiden Soeharto selama sembilan hari dirawat di RSPP, juga mendapat perhatian pelbagai media asing. Bahkan, ketika kondisi Pak Harto semakin memburuk, intensitas pemberitaannya pun semakin sering.
Media asal Inggris, BBC memberitakan perkembangan terakhir kondisi kesehatan Pak Harto yang semakin memburuk dengan judul Suharto "Suffers Organ Failure", Sabtu (12/1/2008).
BBC menuliskan, organ-organ pendukung kehidupan Pak Harto tak berfungsi dengan baik. Akibatnya, kondisi mantan orang nomor satu di Indonesia itu terus menurun dan sulit bernapas.
"Kondisi dia (Pak Harto) masih belum stabil," ujar Muhammad Munawar, salah seorang anggota tim dokter Pak Harto, seperti dilansir BBC.
"Kami tidak bisa memprediksi sampai kapan kondisi ini berlangsung," tambahnya ketika ditanya tentang kemungkinan Pak Harto bertahan. BBC pun menggambarkan begitu gentingnya kondisi kesehatan Pak Harto sampai membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terpaksa mempercepat kunjungannya di Malaysia. Serta, kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ke RSPP untuk memastikan kondisi Pak Harto.
Begitu juga dengan media asal Amerika Serikat, CNN, yang memasang judul beritanya Suharto Suffers "Alarming" Decline. Dengan mengutip keterangan Kepala Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono, CNN menuliskan bahwa kondisi Pak Harto sangat fluktuatif setiap hari.
"Pagi ini,kondisinya masih mengkhawatirkan," ujar Mardjo. Selain CNN, media Amerika Serikat lainnya, The New York Times, pun tak mau ketinggalan memantau keadaan kesehatan Pak Harto.
Dengan memasang judul A Resilient Indonesia Moves Beyond Suharto, media itu tak hanya memberitakan kesehatan Pak Harto, juga mengulas soal perjalanan hidup Sang Jenderal Besar itu. Dengan meminta keterangan Mantan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Ralph Boyce, The New York Times menjelaskan bahwa setelah lengser dari kekuasaannya yang digenggam selama hampir tiga dekade, kini Pak Harto tampak sebagai sosok yang tak berdaya.
"Apa yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dalam kasus ini adalah jika kita kehilangan kekuasaan absolut, kita pasti dilupakan sama sekali," jelas Boyce.
(Ismoko Widjaja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.