Share

Kasus Banwas Ponorogo Ditentukan 2 Hari Lagi

Lukman Hakim, Sindo · Minggu 27 Januari 2008 03:50 WIB
https: img.okezone.com content 2008 01 27 1 78413

PONOROGO - Terkait dengan permasalahan di Desa Karanggebang Kec Jetis beberapa waktu lalu, Kepala Banwas Ponorogo, Gumono mengaku pihaknya saat ini mempelajari dan telah menerjunkan tim untuk melakukan investigasi dengan berbagai pihak. Bahkan, dalam dua hari ke depan laporan dari tim tersebut dipastikan sudah rampung.

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

Dia menambahkan, setelah laporan selesai pihaknya akan menyerahkannya kepada Bupati Ponorogo untuk segera ditindaklanjuti. Jika memang benar ada penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan oleh Kepala Desa Karanggebang, Eko Budianto, maka akan ada sanksi terhadap kades itu. Namun sanksi menyesuaikan dengan jenis penyimpangan dan pelanggaran yang dilakukan.

"Kita tunggu dua hari lagi laporan itu sudah selesai," terangnya, Sabtu (26/1/2008).

Dia menjelaskan, pihaknya pada seminggu lalu sudah menerjunkan tim pada Selasa (22/1) untuk menindaklanjuti masalah ini sesuai dengan instruksi Bupati Ponorogo, Muhadi Suyono.

Sehingga pihaknya bekerja secara terus-menerus agar bisa menyelesaikan masalah ini dengan secepatnya, sebab jika tidak secepatnya ditangani pihaknya khawatir masalah ini akan semakin liar. " Kita berusaha agar masalah ini bisa segera diselesaikan," tukasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Ponorogo, Boking Hasan mengatakan, pihaknya belum melakukan pembahasan untuk menyikapi permasalahan yang ada di Desa Karanggebang, Kec Jetis. Sebab, saat ini pihaknya sedang sibuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (raperda) sekaligus Rancangan Alokasi Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD).

"Kita belum ada pembahasan, sebab masih banyak agenda yang harus diselesaikan dewan," ujarnya.

Bahkan, kata Boking Hasan, dari DPRD sendiri belum ada sinyalemen akan diadakan pembahasan masalah Desa Karanggebang. Namun Boking Hasan meminta agar kedua belah pihak yang berseteru menyelesaikan masalah ini secara rasional dan bukan emosinal, sehingga letak penyimpangan dan pelanggaran bisa dibuktikan secara sah dan meyakinkan.

"Masalah penyimpangan dan pelanggaran itu berhubungan dengan bukti, jika emosional meski tidak ada bukti pasti salah satu pihak akan mengatakan pihak lain yang bersalah dan begitu sebaliknya," cetusnya.

Sebelumnya, sebanyak 400-an warga Desa Karanggebang, Kec Jetis pada Rabu (16/1) melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Desa Karanggebang mereka menuntut Kepala Desa Karanggebang (Kades) Eko Budianto agar turun dari jabatannya.

Aksi ini dilakukan, terkait dengan dugaan penjualan tanah kas desa seluas 5 kotak, di mana hasil penjualan tanah kas desa sebesar Rp5.000.000 itu masuk ke kantong pribadi kepala desa.

Kemudian Selasa (22/1), sekira 400-an warga Desa Karanggebang yang merupakan massa pendukung kades Eko Budianto melakukan aksi tandingan, yang terdiri dari anak-anak, ibu-ibu dan juga bapak-bapak. Mereka berunjuk rasa ke kantor Desa Karangebang dan menuntut agar Sekretaris Desa (sekdes) Karanggebang , Suryo Pranoto, mundur dari jabatannya.

Aksi ini dilakukan juga karena sekdes telah mencemarkan nama baik desa, bahkan sekdes telah menyebarkan dokumen rahasia milik pemerintah desa pada warga.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini