Share

Dirjen Dikti Izinkan UMPTN Tahun Ini

Amir Tejo, Okezone · Jum'at 14 Maret 2008 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2008 03 14 1 91787

SURABAYA - Direktorat Jendral Perguruan Tinggi (Dikti) dan Dirjen Pemberdayaan Negara mengijinkan pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi (UMPT) Nasional. Hal ini setelah sejumlah rektor perguruan tinggi Jatim menghadap Dikti dan Dirjen untuk melaporkan hasil pertemuan Minggu (09/03/2008) lalu di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Prof Haris Supratno dalam pertemuan yang membahas persiapan akhir pelaksanaan UMPT Nasional di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Jumat (14/03/2008) mengatakan, usai bertemu dengan Dirjen Dikti dan Dirjen Pemberdayaan Negara di Jakarta, sejumlah rektor yang diwakili dari Unesa, Unair serta Univeritas Dipenogoro (Undip) Semarang menghasilkan kesepakatan bersama mengenai pelaksanaan UMPT Nasional.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Dalam waktu dekat, pihak Dikti akan membuat Surat Keputusan (SK) mengenai Pelaksaanaan UMPT Nasional dan Dirjen Pemberdayaan Negara akan membuat SK perlindungan penggunaan anggarannya. "Pihak Dikti sepakat dengan mekanisme yang kita ajukan, dan dalam minggu-minggu ini akan mengeluarkan keputusan berbentuK SK sebagai pijakan," ujarnya.

Haris mengatakan, pertemuan kali ini selain membahas laporan rektor yang telah menghadap Dikti, juga dilakukan pemantapan akhir struktur kepanitiaan, baik mengenai koordinasi pembuatan soal serta pembentukan seksi dari masing-masing struktur. "Untuk sekertaris I pihak Unesa, sekertaris II UM, dan panitia pusat Unair," katanya.

Untuk koordinator ICT (Information Communication and Technology) pihak ITS, sedang koordinator persiapan pendaftaran di pihak Wakil Rektor I Unair. "Saat ini kami akan susun kepanitiaan hingga detil, karena pelaksanaan pendaftaran sudah mepet, yakni 9-20 Juni 2008," ujarnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, 41 rektor se-Indonesia menyatakan keluar dari Perhimpunan SPMB Nusantara. Keluarnya 41 PTN ini dipicu oleh intrepretasi yang berbeda soal pemasukan dana dari SPMB. SPMB Nusantara menganggap jika dana dari SPMB bukan termasuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sedangkan 41 PTN tersebut sebaliknya. Para rektor yang keluar dari SPMB Nusantara menyatakan jika dana dari SPMB temasuk dalam PNBP

(ahm)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini