Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Wadah Multievent Bisa Jadi Solusi

Edi Yulianto , Jurnalis-Sabtu, 19 Juli 2008 |15:51 WIB
Wadah Multievent Bisa Jadi Solusi
A
A
A

JAKARTA - Berakhirnya penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kalimantan Timur (Kaltim), meninggalkan banyak pekerjaan rumah. Pihak Kemenegpora hingga KONI/KOI pun dituntut agar multievent empat tahunan itu bisa lebih efisien.

Pesta akbar olahraga nasional di Kaltim memang boleh dikatakan sukses dalam hal penyelenggaraan. Namun, apakah banyaknya cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan (43 cabang dengan 749 nomor) menjadi garansi prestasi olahraga Tanah Air akan meningkat.

Pertanyaan ini semestinya menjadi pembahasan yang harus segera diselesaikan. Jika tidak, jangan harap prestasi olahraga Indonesia akan membaik jika berpatokan kepada cabor unggulan yang diajukan setiap tuan rumah PON.

Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo mengatakan, pihaknya mengerti akan permasalahan tersebut. Dia bahkan mengatakan bakal secepatnya melakukan perundingan untuk mendapatkan solusi terbaik.

Sayang, mantan ketua umum PP PBVSI ini belum menemukan apa langkah yang tepat menangani masalah PON Kaltim. "Masalah perampingan cabor yang telah diajukan pemerintah pasti akan kami rundingkan. Kami bahkan akan mengajak Menpora untuk menyusun program itu yang kemungkinan akan dilakukan di rapat anggota," kata Rita, Sabtu (19/7/2008).

Mantan Sekjen KONI Pusat ini berpendapat bahwa penyelenggaraan PON Kaltim memang sudah tidak efektif meningkatkan kualitas prestasi olahraga Indonesia. Dia berharap permasalahan ini sudah dapat diatasi saat PON 2012 digelar di Riau.

Solusi menyangkut permasalahan banyaknya cabor yang dituding sebagai penyebab pembinaan kualitas olahraga Indonesia kurang mumpuni pasti ada. Wacana raparnas KONI Pusat lima tahun lalu bahkan bisa dijadikan alternatif.

Saat itu, induk organisasi olahraga Indonesia ini membeberkan program pembagian wadah pentas olahraga layak dimunculkan. Konsep ini diyakini mampu menanggulangi permasalahan membludaknya cabor di satu multievent.

Wakil Ketua PB PON Kaltim Sri Sudono mengatakan, pihaknya memang memiliki rencana saat itu. Mereka ingin membagi setiap cabor berdasarkan disiplin ilmu dalam pentas olahraga selain PON. Sayang, sepertinya program itu belum berjalan. "Saya bukan ingin memberikan solusi mengenai masalah ini, namun keinginan pemerintah menanggapi banyaknya cabor di satu multievent sudah sepatutnya diakomodir," ujarnya.

Program Olympic Council Asia (OCA) yang kini telah membagi perhelatan olahraga menjadi empat bagian pun bisa dipakai sebagai rujukan. Mereka saat ini memiliki SEA Games, Winter Games, Indoor Games, dan Beach Games yang kali pertama dimunculkan di Bali selaku tuan rumah.

Meski demikian, kemungkinan-kemungkinan itu masih akan dibahas lebih mendalam oleh para politisi olahraga Tanah Air.  Harapan insan olahraga, sedianya hanya ingin pembinaan prestasi melalui pentas olahraga dapat semakin baik.

(Fetra Hariandja)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement