Puyer Dilarang, Obat Anak Bisa Mahal

Novi Muharrami, Okezone · Jum'at 13 Februari 2009 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2009 02 13 1 192471
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai perdebatan dua pendapat mengenai konsumsi obat puyer atau powder yang muncul akibat terbatasnya konsumsi obat untuk anak-anak, menjadi dilema. Apabila obat puyer dilarang, dikhawatirkan harga jual obat untuk anak-anak menjadi mahal.

"Masalahnya sekarang, kalau biasanya obat anak-anak yang berupa obat tetes atau larutan itu mahal," kata Staf Riset YLKI Ida Marlinda kepada okezone, Jumat (13/2/2009).

Apabila dua pendapat yang menjadi perdebatan berdampak kepada pelarangan obat puyer, konsumen yang memiliki daya beli rendah atau kurang mampu dikhwatirkan akan kehilangan pilihan obat.

"Kalau dilarang, itu akan jadi mahal," tukas Ida.

Menurut hematnya, konsumsi obat puyer sebaiknya dikembalikan kepada tanggung jawab dokter sebagai pemberi resep. Apakah dengan mengkaji ulang racikan, meningkatkan kehigienisan peracikan puyer, atau pengaturan pemberian puyer pada pasien.

Selama ini, kata Ida, diakui masyarakat sulit mendapatkan obat panas yang murah untuk anak-anak. Pilihannya hanya satu, yaitu tablet untuk konsumsi dewasa. "Tablet ini kemudian diracik dan ditakar untuk konsumsi obat anak-anak," pungkasnya.

(nov.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini