SURABAYA - Maraknya kasus Flu Singapura membuat PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Juanda, Surabaya, memasang satu unit thermal scanner. Alat ini dipasang di terminal kedatangan internasional.
Juru bicara Bandara Juanda Surabaya Firstson Mansyur menyatakan jika thermal scanner ini sudah terpasang sejak awal Maret 2009 lalu. Namun meski sudah dipasang sejak satu setengah bulan lalu, pengelola Bandara Juanda belum pernah menemukan penumpang yang diduga mengidap flu Singapura.
"Ini usaha yang dilakukan Bandara Juanda untuk mengantisipasi masuknya virus Flu Singapura," kata Firstson, Kamis (23/4/2009).
Jadi setiap penumpang yang baru datang dari luar negeri wajib melewati scanner tersebut dan suhu tubuhnya akan dideteksi. Jika seandainya dari hasil deteksi thermal scanner ini diketahui ada penumpang yang suhu tubuhnya di atas normal, petugas kesehatan dan petugas bandara akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tujuannya, untuk memastikan jika penumpang tersebut terbebas dari virus Flu Singapura.
Namun Kepala Divisi Neotologi (anak) Rumah Sakit Umum Daerah Dr Soetomo Surabaya, dr Agus Harianto SpAK mengatakan jika virus Flu Singapura bukan jenis penyakit baru di Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh virus coxsacki itu tergolong tidak berbahaya. Biasanya virus ini hanya menyerang anak-anak berusia di bawah lima tahun.
Dalam dunia medis penyakit ini masuk dalam kelompok hand, foot, and mouth disease. Gejalanya ditandai dengan tingginya suhu tubuh pasien yang sudah terjangkit. Selain demam, anak yang menderita penyakit ini biasanya juga ditandai dengan munculnya semacam bisul pada bagian mulut kaki dan tangan.
"Penyakit ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu sekitar tujuh hari, asal istirahat yang cukup dan banyak minum air," kata Agus.
(Lamtiur Kristin Natalia Malau)