NEW YORK - Amerika Serikat untuk pertama kalinya masuk menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setelah pemerintahan Barack Obama mengakhiri boikot terhadap lembaga itu.
Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice mengatakan Washington masing menganggap badan ini memiliki kekurangan. "Namun kami akan bekerja dari dalam dengan seluruh negara anggota untuk memperkuat dan mereformasi Dewan HAM," kata Rice yang dilansir Reuters, Rabu (13/5/2009).
AS adalah salah satu di antara 18 negara yang terpilih atau terpilih kembali melalui Sidang Umum pada Selasa 15 Mei, untuk masa tiga tahun. Secara keseluruhan ada 47 kursi pada lembaga yang berbasis di Jenewa ini. Kedelapanbelas negara itu bergabung dengan 29 negara lain yang berada pada pertengahan masa keanggotaan.
Adapun 17 negara selain AS yang terpilih adalah China, Kamerun, Djibouti, Mauritius, Nigeria, Senegal, Bangladesh, Yordania, Kyrgyzstan, Arab Saudi, Hungaria, Federasi Rusia, Kuba, Meksiko, Uruguay, Belgia, dan Norwegia. Di antara negara itu, China, Kuba, dan Arab Saudi masih mendapatkan sorotan tajam terkait buruknya catatan hak asasi mereka.
Dewan HAM bertemu tiga kali dalam setahun untuk mengkaji isu-isu hak asasi manusia. Mereka juga menggelar pertemuan-pertemuan khusus membahas isu-isu yang krusial.
Para pengamat menilai lembaga itu kini didominasi oleh negara-negara muslim dan sekutunya yang akan fokus pada isu perlakuan Israel terhadap Palestina. Dikhawatirkan isu-isu HAM lainnya akan diabaikan.
Terpilihnya AS pada Selasa kemarin menggunakan sistem pengelompokan kawasan. Hanya tiga negara yang bersaing untuk memperebutkan tiga kursi yang tersisa untuk Eropa Barat dan kelompok lainnya, setelah Selandia Baru mundur untuk memberikan jalan bagi AS. Ini berarti setiap dari tiga negara itu hanya membutuhkan 97 suara. AS mendapatkan 167 suara, sementara Norwegia mendapatkan 179 dan Belgia 177 suara.
Selama ini AS kerap mengkritik pelanggaran HAM yang terjadi di negara lain. Namun belakangan ini Negeri Paman Sam juga mendapatkan kritik tajam atas penggunaan teknik interogasi waterboarding terhadap tersangka teroris. Namun Rice mengatakan, akan selalu ada negara-negara yang tingkat penghormatan dan catatan HAM-nya berada di bawah. AS sendiri, menurut dia, tidak sempurna.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.