Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cak Anam: Kita Harus Lindungi Generasi Muda dari Facebook

Yuni Herlina Sinambela , Jurnalis-Minggu, 24 Mei 2009 |16:42 WIB
Cak Anam: Kita Harus Lindungi Generasi Muda dari Facebook
A
A
A

JAKARTA - Pelarangan akses ke situs Facebook oleh 700 ulama Jawa Timur memiliki tujuan yang mulia untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia. Jadi tidak perlu berburuk sangka pada para ulama yang mempertimbangkan dikeluarkannya fatwa untuk situs jejaring sosial itu.

"Bukannya para ulama enggak ada kerjaan, tapi itu sebagai gerakan untuk menyelamatkan generasi muda Indonesia dan bukan sebagai bentuk protes," ujar Ketua Umum PKNU, Choirul Anam, usai Muspimnas PKNU di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Minggu (24/5.2009).

Aksi keras memprotes keberadaan Facebook oleh para ulama tidak lain didasarkan karena para santri di pesantren sudah tidak konsentrasi ke pelajaran. Melainkan kecanduan meng-update status di Facebook.

Namun pria yang akrab dipanggil Cak Anam di lingkungan Nahdlatul Ulama ini, menyatakan tidak perlu dikeluarkannya fatwa haram, ataupun pemblokiran pemerintah terhadap situs jejaring sosial tersebut.

"Tidak perlu ada blok-blokan. Dulu Depokominfo sudah pernah memblokir situs porno, tapi tetap saja ada. Jadi enggak perlu diblok, tapi sebaiknya bagaimanan cara memfilter dan tentunya yang terpenting adanya peranan dari semua pihak termasuk orang tua. Ini semua konsekuensi dari kemajuan teknologi informasi, di mana kemajuan sudah masuk ke pesantren dan anak-anak kecil sudah pakai komputer," tuturnya.

Saat ditanyakan apakah dirinya memiliki akun Facebook, "Wong anak saya juga punya, tapi saya malas (update-nya)," jawab Cak Anam.(hri)

(M Budi Santosa)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement