DEPOK - Pascainsiden pemukulan oknum dari Polsek Beji, Depok, JJ Rizal mengaku trauma. Rizal dipukul tiga polisi pada 5 Desember tahun lalu di pelataran Depok Town Square, Jalan Margonda Raya, karena diduga pelaku kriminal.
Dia bahkan mengaku masih trauma dan selalu menghindari pusat perbelanjaan yang terletak di Jalan Margonda Raya itu.
Untuk melawan rasa takut itu, Rizal punya cara unik, yaitu memakai pakaian yang sama saat dia dipukuli. Dia juga bersepeda dari Detos ke kantor Pengadilan Negeri Depok.
“Saya trauma lewat Detos. Saya akan pakai jaket dan akan pakai kaos yang sama persis. Saya juga akan pakai sepatu yang dipaksa dikalungi ke leher saya,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (11/2/2010).
Menurut Rizal, kekerasan oleh polisi seringkali dilakukan bahkan sudah menjadi tradisi. Melalui kasus ini, harapnya, akan mengingatkan masyarakat kembali akan kekerasan oleh polisi.
“Ini bentuk protes. Saya bukan permasalahkan berapa lama hukumannya, tapi biar polisi sadar diri,” ungkap pria lulusan Universitas Indonesia ini.
Pengadilan Negeri Depok hari ini menggelar sidang perdana terhadap tiga polisi penganiaya Rizal, yaitu Briptu Syahrir, Briptu Antony, dan Briptu Supratman. Ketiganya saat ini juga sudah menjalani hukuman disiplin 21 hari dan mutasi.
(Anton Suhartono)