DENPASAR - Kota Denpasar malam ini dipastikan bakal lumpuh oleh pawai ratusan ogoh-ogoh, yang akan diarak mengelilingi seputaran kota dalam rangkaian perayaan Nyepi.
Berdasar pantauan di lapangan, hingga kini, sejumlah ruas jalan seperti Gadjah Mada, Veteran, Patimura, Hayam Wuruk hingga Imam Bonjol sudah dipadati Ogoh-ogoh yang diletakkan dipinggir jalan.
“Pukul 18.30 Wita, nanti kami akan arak Ogoh-ogoh dari Jalan Sutomo, keliling sampai alun-alun terus ke setra kubukuran Badung untuk membakar Ogoh-ogoh,” kata Anak Agung Oka (40) Klian Adat Banjar Gerenceng, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Senin (15/3/2010).
Pembakaran Ogoh-ogoh dilaksanakan pada malam pangrupukan atau malam hari sebelum perayaan tapa brata penyepian. Lokasi pembakaran dipilih tempat sepi seperti di kuburan.
Menjelang Nyepi yang dimulai Selasa 16 Maret pukul 06.00 Wita, hingga Rabu 17 Maret pukul 06.00 Wita, pihaknya selalu membuat ogoh-ogoh. “Kami ingin meramaikan dan menyemarakkan peringatan Nyepi, targetnya bukan dinilai atau mencari juara,” katanya sembari menambahkan di Denpasar terdapat 94 banjar yang masing-masing banjar wajib menampilkan satu Ogoh-ogohnya.
Dijelaskan dia, pada pagi tadi warganya telah melaksanakan persembahyangan yakni mengaturkan sesaji kepada Ida Yang Widi Wasa dan Buta Kala. “Kami lakukan pembersihan lingkungan tempat tinggal, tempat ibadah dengan menghaturkan ajengan ke Pura Desa,” sebutnya.
Pada sore harinya, warga melaksanakan Tawur Kasanga yang dipusatkan di alun-alun Lapangan Pupuan Badung, yang kemudian dibawa ke rumah masing-masing.
“Pada malam Pangrupukan, warga diminta membunyikan suara keras-keras seperti kentongan untuk menetralisir agar 'buta kala' mencari tempatnya masing-masing,” tandas dia.
Disampaikan Oka, pada arak-arakan kali ini, pihaknya menampilkan satu Ogoh-ogoh yang dinamakan Kala Rawu, yang menggambarkan legenda masyarakat Bali. Yaitu, Kala Rawu yang ikut menyamar menjadi dewa karena diketahui akan meminum air kehidupan langsung dipotong lehernya. Jadilah Ogoh-ogoh yang menampilkan potongan kepala kala rawu yang akan memakan bulan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayan Kota Denpasar, I Nyoman Suastama menyatakan, sebelumnya sebanyak 318 Ogoh-ogoh dinilai untuk lomba rangka memeriahkan HUT ke-58 Kota Denpasar. “Yang masuk nominasi tingkat Kecamatan sebanyak 24 nantinya akan dinilai kembali saat acara pengrupukan tanggal 15 Maret 2010,” tambahnya.
Ogoh-ogoh yang ditampilkan cukup memukau masyarakat, misalnya ada yang digambarkan seperti anjing raksasa, hantu seperti “black zabath” hingga patung Upin dan Ipin. Hingga tadi beberapa ruas jalan sudah diblokir, sehingga tidak bisa dilewati kendaraan seperti jalan Gadjah Mada menuju ke Lapangan Puputan.
Sejumlah ruas jalan lainnya juga sebagian ditutup sehingga hanya bisa dilalui salah satu ruas bagainannya saja seperti di Jalan Nakula, Gambuh, Veteran.
Sementara itu, warga kota yang sengaja ingin merayakan Nyepi atau melihat perayaan Nyepi tampak jalan-jalan bersama keluarga ingin menyaksikan hasil kreasi patung Ogoh-ogoh. Gedung perkantoran swasta dan negeri hari ini banyak yang tutup tidak masuk kerja, dan akan buka kembali pada Rabu mendatang.(lsi)
(M Budi Santosa)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.