Share

Kripik Jangkrik Ubhara Pereda Nyeri Menopause

Amir Tejo, Okezone · Jum'at 20 Mei 2011 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 19 373 458888 CvYlxRFcNA.jpg Image: corbis.com

SURABAYA -  Kripik jangkrik buatan mahasiswa Universitas Bhayangkara (ubhara) Surabaya ini punya satu keunggulan, mampu menghilangkan nyeri menopause.

Umumnya jangkrik dikenal sebagai makanan burung berkicau. Namun di tangan mahasiswa Ubhara Surabaya, jangkrik diolah menjadi camilan kaya protein yang murah meriah. Ketua kelompok wirausahawan kripik Jangkrik, Restra mengatakan, makanan ringan ini bahkan dapat menghilangkan nyeri menopause bagi wanita. “Bagi yang tidak tahu mungkin aneh, tapi setelah merasakannya pasti ketagihan,” katanya.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Peluang usaha yang digagas mahasiswa Ubhara tersebut telah dirintis di Jalan Gading Fajar Sidokare Sidoarjo. Para mahasiswa Ubhara pun menawarkan menu baru yang cukup unik tersebut pada masyarakat pengguna jalan.

Awalnya masyarakat masih ragu dengan kripik jangkrik olahan mahasiswa  karena dianggap aneh, bahkan para pembeli menyuruh mahasiswa penjual untuk mencoba sendiri terlebih dahulu. ”Sekarang bahkan sudah ada yang pesan untuk oleh-oleh, ini pertanda jika karya kami disukai,” tuturnya.

Biasanya, para mahasiswa membuat kripik jangkrik usai kuliah di salah satu rumah mahasiswa. Kripik kemudian dikemas dalam kantong plastik. Mereka biasa menjajakan kripik jangkrik selepas maghrib di pinggir jalan seharga Rp5.000 per kantong. Menurut pengalaman Vetha, salah satu anggota kelompok, setelah dijelaskan bagaimana cara mengolahnya dan khasiat kripik jangkrik akhirnya banyak masyarakat yang berminat mencoba, khususnya ibu-ibu.

Beberapa literatur penelitian menunjukkan, hewan jangkrik memiliki senyawa kimia seperti asam amino yang dibutuhkan untuk proses pembentukan sel. Selain itu juga mengandung glutation yang berfungsi sebagai antioksidan alami pada tubuh manusia.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini