Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dubes RI untuk Arab Saudi Enggan Disalahkan Soal Ruyati

Misbahol Munir , Jurnalis-Kamis, 23 Juni 2011 |14:53 WIB
Dubes RI untuk Arab Saudi Enggan Disalahkan Soal Ruyati
Almarhum Ruyati (foto:Tedi Suteja)
A
A
A

JAKARTA- Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Gatot Abdullah Mansyur tak mau disalahkan soal kematian Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Ruyati yang dihukum pancung pemerintah Arab Saudi. Dia pun mengelak, karena masa jabatannya sebagai Duta Besar terbilang masih baru.

“Saya Dubes baru satu tahun. Kalau soal kritik saya kira itukan masukan yang bagus, kritikan yang sangat positif tentu akan kita perbaiki ke depan. Namun dengan demikian kita dengan kemampuan yang ada telah melakukan sesuatu di sana,” kata Gatot di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (23/6/2011).

Dia pun menampik tudingan bahwa KJRI Jeddah telah lalai karena membiarkan Tuyati dihukum pancung. Sebab menurutnya, institusi perwakilan di Arab Saudi ada dua. KBRI di Riyadh dan di Jeddah. “Itu pendampingan dilakukan oleh Jeddah tapi tanggungjawab saya. Kami memberikan insttruksi-instruksi dan saya kira mereka sudah melaksanan dengan baik,” katanya.

Dikatakannya, perwakilan RI di Arab Saudi tak kecolongan. Dia menyalahkan Arab Saudi yang tidak memberikan info apa-apa. “Saya sudah mengirim dua nota diplomatik sejak vonis. Tapi mereka sampai terakhir tidak memberikan apa-apa. Mereka sudah mengakui kesalahan,” katanya.

Ketika ditanya apakah dirinya bersedia mundur dari jabatan Dubes, Gatot enggan memberikan komentar. “Desakan mundur itu sepenuhnya saya serahkan pada presiden, tetapi sebagai PNS sepenuhnya bapak presiden yang menentukan nasib saya,” katanya.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement