Kevin Rudd di pertemuan ASEAN Bali (Foto: Getty Images)
NUSA DUA - Pemerintah Australia berupaya melakukan pendekatan dengan Papua Nugini (PNG) agar bersedia menyediakan tempat bagi para pengungsi yang mencari suaka politik.
Saat melakukan pertemuan dengan para Menteri Luar Negeri ASEAN ke-44, Menlu Australia Kevin Rudd, menyatakan pihaknya terus berusaha meyakinkan pemerintah PNG agar mau menampung pengungsi yang masuk ke negaranya.
“Setelah Malaysia setuju, kini kami tengah menanti jawaban dari pemerintah Papua Nugini untuk menyediakan tempat penampungan pencari suara suaka," kata Menlu Rudd di Nusa Dua Bali, Kamis (21/7/2011). Dia menegaskan, saat ini kepedulian negaranya adalah dalam hal penanganan masuknya para pengungsi.
"Kepedulian Australia adalah mengatasi pendatang ilegal,” ujarnya kepada wartawan usai menggelar pertemuan dengan Menteri ASEAN dan negara mitra dialog.
Dia kembali menegaskan, sebelumya pihaknya telah berhasil melakukan pendekatan dengan Malaysia yang akhirnya bersedia untuk untuk menyediakan tempat bagi para pengungsi. Untuk itu, kini, Australi berusaha melakukan hal sama terhadap Papua Nugini dengan harapan bersedia menyediakan fasilitas serupa.
Dikatakan Kevin Rudd, Australia telah mengajukan permintaan resmi kepada pemerintahan Papua Nugini dibawah perintah Perdana Menteri Michael Somare, agar bersedia menangani pengungsi atau pencari suaka
Negara Austrlia menghadapi persoalan pelik setelah diserbu para manusia perahu atau imigran gelap yang hendak pencari suaka di negeri Kanguru tersebut.
untungnya masalah itu bisa terselesaikan setelah pada 7 Mei lalu, Malaysia bersedia menyediakan tempat bagi mereka, dalam Kerangka Kerja Sama Kawasan yang disepakati di Pertemuan Tingkat Menteri Proses Bali (Bali Process Ministerial Meeting)
Seperti diketahui, sesuai pengaturan bilateral dalam berbentuk perjanjian transfer kooperatif di mana pencari suaka yang tiba melalui laut di Australia selanjutnya ditransfer ke Malaysia. Sebagai imbalannya, Australia memperluas program kemanusiannya dan bertanggung jawab atas pembagian beban lebih besar guna menampung kembali pengungsi yang kini berada di Malaysia.
Australia dan Malaysia telah bekerja sama dengan Komisi Tinggi untuk Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), dalam menjalankan pengaturan tersebut.
Sebelumnya baik Indonesia maupun Timor Leste, menolak keinginan Australia untuk menyediakan pangkalan para pengungsi meskipun dengan iming-imingi bantuan jumlah besar.
Indonesia beralasan, dari pengalaman pengalaman pahit saat mengelola pengungsi Vietnam di Pulau Galang, Batam. Hal sama dilakukan Timor Leste yang juga menolak karena khawatir akan adanya intervensi politik.
(Fajar Nugraha)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.