Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Incumbent tak gentar berhadapan di MK

Abdullah Nicolha (Koran Sindo) , Jurnalis-Rabu, 12 Oktober 2011 |17:21 WIB
Incumbent tak gentar berhadapan di MK
Mahkamah Konstitusi. (Foto: dok okezone)
A
A
A

Sindonews.com - Rencana dua pasangan kandidat Salim S Mengga-Abd Jawas Gani (SALIM-Saja) dan Ali Baal Masdar-Tashan Burhanuddin (ABM-Ta) untuk melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas dugaan pelanggaran pada tahapan awal hingga akhir Pilgub Sulbar, mendapat tanggapan serius dari pihak incumbent Anwar Adnan Saleh.
 
Bahkan, pasangan yang saat ini dimenangkan oleh lembaga survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) itu akan menyiapkan serangan balik atas dugaan pelanggaran yang dilakukan dua rivalnya di lapangan yang akan disertai bukti dan saksi-saksi. Jika nanti betul berperkara di MK, maka pasangan AAS akan diperkuat beberapa pengacara yang berpengalaman menangani perselisihan di MK.

Ketua Tim Hukum pasangan nomor urut 2 Anwar Adnan Saleh-Aladin S Mengga (AAS) Amirullah Tahir SH menegaskan, jika tim pengacara ABM-Ta dan SALIM-Saja menyiapkan gugatan di MK, sebagai pihak yang menang Pilkada tentu saja AAS siap menghadapinya.

"Yang kalah saja ngotot mau menang, apalagi tim AAS yang sudah menang meski belum secara resmi dari KPU, akan siap mengahadapi gugatan tersebut. Bahkan kami (AAS) juga sudah menyiapkan serangan balik, pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan kedua tim kandidat, tentu dilengkapi bukti dan saksi," tegasnya, Rabu (12/10/2011).
 
Menurutnya, terkait rencana Tim ABM-TA dan SALIM-Saja yang ingin mengajukan gugatan perselisihan Pilkada di MK Jakarta sebaiknya dipikirkan matang-matang, karena akan membutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu yang cukup lama.

"Sebaiknya pasangan calon yang kalah mau menerima kekalahan secara lapang dada sesuai komitmen, siap menang siap kalah yang sudah ditandatangani di awal pelaksanaan pilkada. Jangan slogan itu hanya simbol saja tapi harus dilaksanakan sebagai komitmen pasangan calon," ungkapnya kepada wartawan.
 
Menurut pengacara ini, daripada bersengketa lagi di MK lebih baik dana yang ada digunakan untuk membantu masyarakat miskin di daerah Sulbar demi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
 
Dari pemantauannya kata Amirullah, selaku tim hukum AAS, selama penyelenggaraan pilkada di lima kabupaten di Sulbar secara umum semua berjalan tertib dan aman, riak-riak kecil hanya hal biasa dalam setiap pilkada karena semua tim calon mau memenangkan pasangannya.
 
"Kalau berbicara kecurangan, justru pasangan AAS yang banyak dirugikan terutama di Kabupaten Polman, tim pasangan lain banyak melakukan intimidasi kepada Tim Relawan AAS bahkan ada yang sampai dianiaya," ujarnya.

Ketua Tim Pemenangan AAS, Hamzah Hapati Hasan mengimbau kepada semua tim pasangan calon untuk tetap menjaga persaudaraan meski berbeda pilihan. "Kita boleh berbeda dukungan dan pilihan tapi tujuannya tetap sama ingin memajukan sulbar demi kesejahteraan masyarakat Sulbar," ungkapnya.

Menurut Ketua DPRD Sulbar yang juga Sekretaris DPD I Golkar Sulbar ini bahwa, Kalau pun harus bersengketa di MK itu sebagai hak masing-masing untuk menempuh upaya hukum. "Tetapi, kami juga tetap hargai, namun yang paling penting adalah kedamaian diantara semua masyarakat khususnya di Sulbar," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dua kandidat yang menjadi rival incumbent di Pilgub Sulbar ABM-Ta dan SALIM-Saja memastikan akan melayangkan gugatan ke MK karena menengarai terjadi pelanggaran massif dan terstruktur yang dilakukan pasangan Anwar Adnan Saleh- Aladin S Mengga (AAS). Selain itu,Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulbar serta jajaran penyelenggara pilgub di sejumlah tingkatan dituding melakukan pelanggaran.

Beberapa bukti pelanggaran telah dilaporkan ke Panitia Pengawas (Panwas) Pilgub Sulbar sekaligus untuk dijadikan bukti jika diproses di MK nanti. Tim hukum pasangan Ali Baal Masdar-Tashan Burhanuddin (ABM-Ta), Muh Amin Sangga, menuding kecurangan yang terjadi dalam Pilgub Sulbar dimulai dari tahapan awal hingga pemungutan suara.
 
Karena itu, dia menyebutkan sebagai kecurangan yang tersusun rapi dan massif dengan melibatkan penyelenggara pilgub. "Hasil investigasi kami, telah dilaporkan ke Panwas untuk ditindaklanjuti," katanya kepada wartawan di Mamuju, baru-baru ini.

Dia menyebutkan tiga poin utama yang dilaporkan ke Panwas, yakni penggelembungan suara, pelibatan pegawai, dan pelanggaran yang terstruktur. "Sepertidisalahsatu TPS,dalam jumlah pemilih, ada penambahan suara yang tidak sesuai dengan jumlah pemilih yang tertera dalam format C1," bebernya.

Pelanggaran serupa ditemukan juga oleh tim pemenangan Salim S Mengga-Abd Jawas Gani (Salim-Saja). Pihaknya juga menemukan pelanggaran pada setiap tahapan hingga pemungutan suara.

"Yang jelas kami sudah temukan adanya tanda bukti kecurangan yang dilakukan oleh incumbent, mau tidak mau, kami akan tempuh jalur hukum yang berlaku," tegas Tim Pemenangan Salim-Saja, Padlia Parakasi.

Dia juga mempersoalkan lambannya Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mencairkan dana Panwas. Upaya itu dinilai sengaja dilakukan untuk menghambat kinerja dan pengawasan Panwas.

"Itu juga dilakukan secara sistematis. Yang paling riil adalah politik uang dan kecurangan di TPS Binangan, di mana anggota DPRD melakukan pencoblosan 10 kali.Kertas suara itu didapat dari mana?" tegas Padlia Parakasi.

Di Kecamatan Tappalang, tim Salim-Saja mendapatkan salah seorang pejabat membawa uang sekitar Rp3 miliar untuk dibagikan pada malam hari H pemilihan.

"Hanya saja, kalau masalah itu kami mau cek dulu, yang pasti ada beberapa indikasi pelanggaran. Di Polman juga demikian, ditemukan money politic dengan uang pecahan Rp50.000. Hal itu tersebar di seluruh daerah. Temuan- temuan itu kami ajukan ke jalur hukum, arahnya ke MK, sambil menunggu rekapitulasi KPU," pungkas fungsionaris DPP PAN ini.


(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement