Share

Hukuman Mati Bukan Jawaban untuk Hilangkan Korupsi

Insaf Albert Tarigan, Okezone · Kamis 27 Oktober 2011 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2011 10 27 339 520963 PYXaRZTsme.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Guru Besar Ilmu Hukum Universitas Padjajaran Gde Pantja Astawa menentang usulan hukuman mati terhadap koruptor. Dia yakin hukuman mati tak akan menghilangkan praktik korupsi selama akar persoalannya tidak pernah diselesaikan oleh pemerintah.

 

“Kalau semua koruptor dihukum mati, apakah persoalan selesai? karena akarnya belum diungkap, apakah misalnya semua dijatuhi hukuman mati apakah menimbulkan efek jera? Belum tentu, tidak ada jaminan,” katanya kepada Okezone, Rabu (26/10/2011) malam.

 

Dia menambahkan, orang Indonesia kerap kali mengutip sistem hukuman mati bagi koruptor di China, namun lupa menekankan pentingnya aspek pencegahan. “Perlu dicari akar korupsi dan jalan keluar, orang dicegah untuk tidak korupsi. Dihukum mati pun belum merupakan jaminan akan menimbulkan efek jera,” katanya.

 

Menurut Pantja, usulan agar koruptor dihukum mati lebih merupakan ekspresi emosional sehingga cenderung tidak logis. Selain itu, kata dia, Indonesia dan China jelas memiliki sistem pemerintahan yang berbeda, sehingga apa yang diterapkan di negara itu belum tentu cocok diadopsi di Indonesia.

(abe)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini