Share

Yusril: Sistem Penegakan Hukum di Indonesia Tidak Jelas!

Arief Setyadi , Okezone · Jum'at 07 Maret 2014 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2014 03 07 339 951634 3xbZnAJl1v.jpg

JAKARTA- Mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia, Yusril Ihza Mahendra menilai sistem penegakan hukum di Indonesia tidak jelas, sehingga tidak ada keadilan untuk rakyat Indonesia.

"Tugas negara membangun sistem hukum. Sistem tidak jelas. Hukum tidak adil dan pasti. Ada 13 undangan-undang keuangan yang didefinisikan dengan cara berbeda. Ini gimana," kata Yusril dalam serial seminar dewan guru besar Universitas Indonesia, Indonesia menjawab tantangan 'Kepemimpinan Menuju Bangsa Pemenang' di Kampus Fakultas Kedokteran UI, Salemba, Jakarta, Jumat (7/3/2014).

Yusril juga menyindir keberadaan Undang-undang pemberantasan tindakan pidana korupsi yang tidak jelas. "Undang-undang korupsi sekarang kalau dipakai di Jepang dan di Amerika, setiap hari pejabat disana akan ditangkap walaupun tidak melakukan tindakan pidana. Ini karena semau-maunya penegak hukum," ujarnya.

Yusril menemukan, banyak pejabat yang menempati rumah tahanan Sukamiskin Bandung tidak seluruhnya menyebabkan kerugian negara.

"Inikan semau-maunya. Hukum di kita kan menyebutkan orang yang berpotensi menyebabkan kerugian negara pun bisa dipidana padahal dia tidak merugikan negara. Ini sama saja seperti misalnya saya didakwa mencuri sepeda, tapi pemilik sepeda tidak merasa sepedanya hilang. Seperti itu," tukasnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini