Share

Airport Safety AMIKOM Mejeng di Thailand

Senin 21 November 2011 10:36 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 21 373 531996 JioXUAFIN3.jpg Image: corbis.com

YOGYAKARTA – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) AMIKOM Yogyakarta mewakili Indonesia pada ajang Asia Pasific ICT Award (APICTA) 2011, atau kompetisi Informasi dan Teknologi (IT) di Pattaya, Thailand.

Pada kompetisi yang diikuti 16 negara di Asia Pasifik itu, AMIKOM akan memperkenalkan dua produk inovatifnya, yaitu Airport Safety dan Ad@Hand.

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Tim AMIKOM yang diterjunkan dalam ajang bergengsi tersebut yaitu Wakil Direktur I Innovation Center Andi Sunyoto, Staf Ketua AMIKOM Emha Taufiq Luthfi, Fitriansyah dari Time Excellindo (Badan Usaha Milik AMIKOM), Obed Irwanto (Time Excellindo), dan Herlambang Priantoro (Time Excellindo).

”Ini keikutsertaan yang ketiga kali di APICTA. Pada 2006, AMIKOM masuk dua nominasi yakni Tertiary Student Project dan Education & Training di Makau, China. Sementara 2009 di Melbourne, Australia, produk Touch It With Ultimate Learning and Exploring Experience (Tiwule_) dan V-Track juga mampu menembus nominasi,” ungkap Andi Sanyoto baru-baru ini.

Di APICTA 2011, kata dia, AMIKOM menawarkan dua produk yang sebenarnya sudah teraplikasi di perusahaan berskala nasional di Tanah Air. Airport Safety telah diadopsi oleh manajemen Bandara Soekarno Hatta, Banten sebagai pengelola sistem kedaruratan. Sementara Ad@Hand digunakan oleh operator seluler terbesar di Indonesia untuk aplikasi advertising pada perangkat mobile.

”Airport Safety atau yang lebih dikenal dengan Crisis Center mulai dibuat dua tahun lalu dan setahun terakhir ini sudah dioperasikan,” terangnya.

Pola kerja dari Airport Safety adalah mengintegrasikan semua sistem yang ada agar tidak terjadi chaos saat kondisi darurat. Misalnya, aksi terorisme, kebakaran atau musibah lain. Pada kondisi yang tidak memungkinkan, sistem akan bekerja sedemikian rupa agar masing-masing bidang tetap bisa menjalankan fungsinya dengan baik sesuai standar operasional prosedur (SOP).

”Sistem ini mampu menghindari terjadinya tumpang tindih perintah. Sistem akan terhubung melalui mobile device,” ungkap Andi Sanyoto.

Airport Safety sebenarnya sudah diterapkan di negara-negara maju seperti Hong Kong dan Singapura. Tapi di Indonesia, sistem ini dibuat lebih khusus karena karakter bandara yang masih jauh tertinggal dalam hal teknologi dibanding negara maju.

”Produk ini mendapat respons yang bagus terutama juri dari Malaysia dan Hong Kong. Mereka menganggap karya ini sebagai prestasi setingkat company dan bisa dipasarkan secara luas di bandara internasional lainnya,” terangnya.

Staf Ketua AMIKOM Emha Taufiq Luthfi menambahkan, untuk produk Ad@Hand, bisa dikatakan sebagai inovasi baru di bidang advertising atau periklanan.

Sistem ini juga sebagai terobosan bagi perusahaan yang ingin mempromosikan produknya sesuai segmen yang diinginkan. Pola kerja sistem ini berbasis dengan mobile device atau smartphone baik BlackBerry,Android dan sebagainya.

”Perusahaan nantinya bisa memilih segmen dari sisi usia yang diinginkan, jenis gender dan sebagainya. Pengguna mobile device usai melakukan kontak telepon atau SMS akan mendapat tayangan iklan produk,” urainya. (arif budianto/koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini