Share

STMIK AMIKOM Rancang Game Panjat Pinang

Kamis 16 Agustus 2012 10:29 WIB
https: img.okezone.com content 2012 08 16 373 678485 vOB1Z6xtSx.jpg Penjual batang pohon pinang menghaluskan permukaan batang pinang untuk digunakan lomba. (Foto: dok. Okezone)

YOGYAKARTA – STMIK AMIKOM Yogyakarta yang konsen terhadap teknologi informasi (TI) berusaha terus melakukan pengembangan TI, termasuk menciptakan produknya. Terbaru, civitas academica STMIK AMIKOM menciptakan produk game berbasis Android, "Panjat Pinang Game".

Permainan tersebut dirancang oleh komunitas Amikom Game Dev (AGD). Selain diciptakan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-67 Kemerdekaan RI, game bertema kemerdekaan tersebut juga bertujuan untuk mengenalkan budaya bangsa Indonesia kepada dunia.

Follow Berita Okezone di Google News

Ketua AGD Agoes Tri Hariyanto berkata, game berplatform Android ini merupakan permainan sederhana. Dalam game ini, si karakter akan mendaki pinang sambil menghindari barang yang jatuh dari sisi kanan ataupun kiri pinang. Bila terkena barang yang jatuh, karakter dipaksa turun sehingga dia butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan tantangan tersebut. Nanti catatan waktu bisa diupload dan dibandingkan dengan pemain lainnya sehingga akan merangsang pemain lain untuk mendahuluinya.

"Game yang bisa diunduh secara gratis di Google Play ini termasuk populer. Terbukti, game yang berukuran 3,5 MB tersebut memiliki rating bintang empat. Bahkan dalam dua hari ini, Panjat Pinang Game telah diunduh lebih dari 800 kali. Dan akan terus bertambah," paparnya.

Menurut Agoes, Panjat Pinang Game bukan satu-satunya permainan yang diproduksi AGD. Sebelumnya, Juni lalu, AGD juga sudah merilis game Jumping Granny. AGD juga berencana melepas game yang mengangkat tema-tema nasional, terutama yang berhubungan dengan budaya Indonesia. Game tersebut rencananya akan dirilis Oktober mendatang dan saat ini sedang dalam proses produksi.

"Kami berharap AGD menjadi komunitas yang fokus pada kualitas dan kemampuan serta mampu menghasilkan permainan yang dikenal oleh dunia," kata staf Humas STMIK AMIKOM Fadya Riskia. (priyo setyawan/koran si)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini