JAKARTA - Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Nusa Tenggara Barat (NTB) Ali Usman menegaskan pihaknya bersama elemen lain berkomitmen terus mendampingi para warga yang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi pasca-bentrok di Pelabuhan Sape, Bima, NTB.
Ali menuturkan, menurut catatan Walhi, saat ini polisi sudah menetapkan 20 orang sebagai tersangka dari total 45 yang ditahan polisi.
“Data kami menyebutkan ada 45 yang ditahan dan 20 di antaranya sudah menjadi tersangka. Jumlah itu (tersangka) kemungkinan akan terus bertambah,” ujar Ali saat dihubungi okezone, Selasa (27/12/2011) seraya menambahkan enam dari 45 orang yang ditangkap adalah anak-anak.
Menurutnya, penetapan status tersangka terkait pembakaran gedung DPRD Kabupaten Bima dan pendudukan Pelabuhan Sape yang berujung bentrok.
“Kalau pembakaran tempat lain seperti kantor polisi belum,” sambungnya.
Untuk memberikan pendampingan hukum, lanjut Ali, pihaknya bekerja sama dengan elemen lain sudah menyiapkan 21 pengacara yang didatangkan dari Jakarta, Bali, dan dari NTB sendiri.
“Mereka sudah mulai berdatangan, pagi ini langsung ke Bima,” ujarnya.
Lebih lanjut Ali mengungkapkan eskalasi tuntutan warga terkait konflik lahan dengan perusahaan pertambangan tampaknya belum akan usai.
Insiden bentrok yang terjadi di Pelabuhan Sape, kata dia, bisa jadi memicu desakan dari warga lain yang merasa lahan mereka dicemari perusahaan tambang.
“Hari ini saja di Kota Bima akan ada unjuk rasa warga Kecamatan Wera. Tuntutan mereka terkait konflik pasir besi minta SK Bupati sebelumnya untuk dicabut. Ini sudah lama mereka tuntut bahkan pada 2008 pernah bentrok juga dengan aparat sampai 44 orang luka, banyak juga yang kena tembak. Massa akan mendatangi kantor bupati,” tutur Ali.
Sebanyak 140 personel Brimob dari Polda Jatim kemarin diberangkatkan ke Bima untuk menjaga keamanan di sana.
“Bima setahu saya saat ini Siaga I,” tutupnya.
(Dian AF)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.