Share

Masyhuri Hasan Hadapi Vonis

Kholil Rokhman, Koran SI · Selasa 03 Januari 2012 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2012 01 03 339 550686 nGJv97Z1Ws.jpg Masyhuri Hasan (Foto: Runi S/okezone)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Pusat kembali menggelar sidang kasus surat palsu Mahkamah Konstitusi (MK) dengan terdakwa mantan Juru Panggil Mahkamah Konstitusi (MK) Masyhuri Hasan. Agenda sidang hari ini adalah pembacaan putusan.

 

"Hari ini sidang kasus surat palsu MK dengan terdakwa Masyhuri Hasan.

Agenda putusan majelis hakim, pada pukul 10.00 WIB di PN Jakpus," kata penasihat hukum Masyhuri, Edwin Partogi, Selasa (3/1/2012).

 

Diketahui, Masyhuri terlibat kasus kasus pemalsuan surat MK saat menjadi Juru Panggil MK pada 2009. Dalam kasus itu, mantan Panitera MK Zainal Arifin Hoesein juga telah menjadi tersangka, tapi berkasnya belum sampai ke pengadilan. Masyhuri dan Zainal disangka bersama sama membuat surat palsu penjelasan putusan MK soal sengketa Pemilu Legislatif daerah pemilihan Sulawesi Selatan I pada Pemilu 2009.

 

Surat penjelasan tersebut disampaikan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut jaksa, surat palsu tersebut membuat calon anggota DPR Partai Hanura dari daerah pemilihan Sulawesi Selatan I Dewi Yasin Limpo melenggang sebagai anggota DPR. Padahal, belakangan diketahui jika surat yang membuat Dewi lolos ke DPR tidak sesuai dengan putusan MK.

 

Kemudian, MK mengirimkan surat yang sesuai dengan putusan MK ke KPU sehingga yang lolos ke DPR adalah Mestariyani Habie.

 

Kasus ini juga menyeret nama mantan anggota KPU Andi Nurpati yang saat ini menjadi kader Partai Demokrat. Selain itu kasus ini juga menyeret nama mantan hakim MK Arsyad Sanusi dan politikus Partai Hati Nurani Rakyat Dewie Yasin Limpo. Saat kasus ini menyeruak, Masyhuri sudah bukan lagi menjadi pegawai MK, namun dia telah menjadi calon hakim di lingkungan peradilan umum. Sebelumnya, jaksa menuntut Masyhuri 18 bulan penjara.

(lam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini