TRIPOLI - Putri dari mantan penguasa Libya Moammar Khadafi, Aisha Khadafi, siap tampil di Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) untuk membantu saudaranya, Saif al-Islam Khadafi yang saat ini masih ditahan di Libya.
Aisha mengatakan, dirinya siap membantu Saif yang didakwa oleh ICC atas tindak kejahatan kemanusiaan di Libya. Hingga saat ini, para pendukung Saif di Libya tampak ragu akan adanya penegakkan hukum di negaranya sendiri. Di Libya, Saif terancam hukuman mati, namun di ICC Saif tampaknya akan dijatuhi hukuman penjara.
"Aisha Khadafi berharap, dirinya sanggup melindungi saudaranya sendiri," demikian yang tertulis dalam dokumen ICC, seperti dikutip Telegraph, Rabu (1/2/2012).
Meski ICC ingin mengadili Saif di Den Haag, Belanda. Dewan Transisi Nasional (NTC) Libya juga mengutarakan keinginan yang sama dengan ICC. NTC bahkan berjanji akan memberikan pengadilan yang adil bagi Saif.
Saif yang saat ini masih ditahan oleh NTC di salah satu kota Libya berada dalam kondisi yang aman, meski Saif terpaksa kehilangan jempol dan telunjuknya karena harus diamputasi.
Putra dari Moammar Khadafi itu ditahan di sel isolasi dan tampak diasingkan dari publik. Saif bahkan dikabarkan tidak boleh menonton televisi atau membaca koran.
Penahanan Saif di Libya juga sangat dikecam oleh para aktivis HAM karena penahanan itu tidak dilakukan dengan proses legal. Penahanan itu juga dikabarkan bertentangan dengan hukum Libya karena menurut hukum Libya, seorang tahanan harus diberikan akses untuk bertemu pengacaranya 48 jam setelah dirinya ditahan.
(Aulia Akbar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.