Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kanselir Dukung Aktivis Jerman Timur Sebagai Presiden

Aulia Akbar , Jurnalis-Senin, 20 Februari 2012 |16:23 WIB
Kanselir Dukung Aktivis Jerman Timur Sebagai Presiden
Foto : Gauck dan Kanselir Jerman (reuters)
A
A
A

BERLIN - Kanselir Jerman Angela Merkel sepakat untuk mendukung pria tua yang merupakan mantan aktivis HAM dari Jerman Timur sebagai kandidat Presiden Jerman.

Merkel menegaskan dukungannya kepada Joachim Gauck, pria berusia 72 tahun yang akan menjadi kandidat Presiden Jerman. Gauck juga merupakan seorang pastor yang sempat bergabung dalam aksi damai meruntuhkan Tembok Berlin.

"Jangan pernah melupakan seorang pemuka agama seperti Joachim Gauck membantu Jerman Timur berdamai," ujar Merkel, seperti dikutip Reuters, Senin (20/2/2012).

Di usianya yang dahulu masih 11 tahun, ayah Gauck ditangkap oleh rezim komunis Jerman Timur dan dikirim ke Siberia. Setelah berhasil meruntuhkan Tembok Berlin, Gauck sempat menguak aksi kejahatan dari polisi Jerman Timur. Ketika ditanya mengenai pencalonannya sebagai Presiden Jerman, Gauck mengatakan, dirinya baru saja mendarat di Berlin dan masuk taksi, Merkel pun menghubunginya.

"Salah satu hal penting bagi saya adalah warga Jerman harus sadar, mereka tinggal di negara yang bagus yang mereka cintai," ujar Gauck.

Dengan mendukung Gauck, Merket tampak mempublikasikan kesalahannya dua tahun yang memilih seorang dengan kasus skandal sebagai Presiden Jerman. Sementara ini, banyak pihak oposisi yang menginginkan Gauck menjadi presiden.

Berlin saat ini juga menjadi ujung tombak penyelamat perekonomian Eropa, dan nampaknya Merkel akan tetap berfokus pada penanganan krisis dan tidak pada pergelutan politik domestik.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement