DEPOK– Dua bayi laki-laki kembar yang nyaris menjadi korban perdagangan anak di halaman parkir ITC Depok kini dititipkan di Panti Asuhan Yayasan Bina Remaja Mandiri, Baktijaya, Depok.
Setiap saat, banyak warga yang ingin melihat langsung dua bayi malang yang lucu-lucu ini.
Usianya baru 11 hari, namun selama itu pula mereka belum diberikan nama. Akhirnya, oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Depok keduanya diberi nama Asep dan Ujang.
Ketua Yayasan Bina Remaja Mandiri Ferlian Anggraini menuturkan tak ada perbedaan identik dari bayi Ujang dan Asep. Hanya saja memang Ujang lebih besar dibanding Asep.
“Belum kelihatan, tak ada tanda lahirnya, hanya saja Ujang lebih besar beratnya 3,4 kilogram, kalau Asep hanya 3 kilogram, kalau panjangnya sama keduanya yaitu 49 centimeter,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/02/12).
Ferlian menuturkan bayi Ujang dan Asep sudah dititipkan di tempatnya sejak saat transaksi yang dilakukan MS gagal. Ujang dan Asep juga nampaknya tidak kembar identik, dan Ujang lahir lebih dulu ketimbang Asep.
“Kalau Ujang rambutnya lebih tebal, kalau Asep tipis, kalau Ujang itu lahir duluan kayaknya soalnya tali pusarnya sudah puput sejak Jumat kemarin, kalau Asep masih belum,” jelasnya.
Sejak dirawat dan dititipkan di Yayasan Bina Remaja Mandiri, bayi Ujang dan Asep tidak pernah rewel. Mereka berdua merupakan korban kemiskinan orang tuanya di Bogor, hingga akhirnya bisa sampai jatuh ke tangan MS yang merupakan pelaku dalam sindikat perdagangan bayi.
(Carolina Christina)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.