JAKARTA - Komisioner Komisi HAM Organisasi Konferensi Islam dari Palestina Mohammad Mamduh Madhat Al Eker memperingatkan akan pembangunan keamanan di sebuah negara yang nantinya akan menjadi ancaman bagi penegakkan HAM.
"Sayangnya, beberapa negara memiliki manifestasi untuk membangun sektor keamanan yang kuat dan hal itu tidak dapat diperdebatkan. Seluruh negara juga memiliki hak untuk mengembangkan kekuatannya," ujar Eker dalam pertemuan Komisi HAM OKI di Hotel Aryaduta, Jumat (24/2/2012).
Namun, lanjutnya, pembangunan keamanan selalu mendapatkan porsi yang sangat besar dan menghabiskan anggaran yang cukup besar. Pemerintah bersangkutan harus mulai memberikan keleluasaan terhadap masyarakat sipil. "Sehingga masalah-masalah yang menyangkut hak ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat menjadi suatu hal yang diperhatikan," imbuhnya.
Menurut Eker, sebuah negara bahkan memusatkan 30 hingga 35 persen dari kekayaan negaranya untuk membangun sektor keamanan yang selama ini digunakan untuk menjaga keutuhan wilayah dan juga kedaulatan.
Eker bahkan menyoroti kondisi Palestina yang saat ini masih sangat memilukan. Negara-negara anggota OKI juga menganggap sikap Israel sebagai salah satu bentuk kolonialisme. Eker pun menambahkan, masyarakat Palestina menderita karena sulit mendapatkan akses pendidikan, dan juga akses pelayanan kemasyarakatan lainnya. Warga Palestina bahkan menderita kelaparan.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.