SURABAYA - Serangan serangga Tomcat terus meluas di Kota Surabaya, Jawa Timur. Bahkan paramedis yang bertugas di Puskesmas Kecamatan Kenjeran tak luput dari serangan serangga yang juga dikenal kumbang rove ini.
Astri Bahteran, perawat yang bertugas di Puskesmas Kenjeran, menyebutkan dalam sepekan terakhir pihaknya sudah merawat 18 pasien yang terkena serangan Tomcat. Bahkan Astri sendiri menjadi salah satu korbannya.
Meski sudah sepekan lalu diserang, lukanya hingga kini masih membekas di wajah dan lengan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Kenjeran Esti Sri Wuri mengungkapkan untuk mengantisipasi serangan Tomcat, pihaknya sudah bekerja sama dengan Dinas Pertanian setempat untuk melakukan penyemprotan dan sosialisasi kepada masyarakat.
Serangan hewan dengan nama latin coleoptera staphylinidae ini sangat meresahkan warga, khususnya di Kota Surabaya.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Muhammad Yulianto Listiawan, menyebutkan jika tidak segera diobati maka bekas luka sulit hilang bahkan bisa mengganggu produksi protein di kulit. Karena itu, cairan racun yang melekat di kulit harus segera dibersihkan.
Untuk mengantisipasi luka yang lebih lama, Yulianto mengimbau jika diserang Tomcat, jangan langsung mematikan serangga itu saat masih berada di kulit.
Pasalnya jika mati di kulit, cairan akan semakin melebar hingga menyebabkan iritasi. Jika cairan mengenai kulit lebih dalam maka respons terhadap kulit semakin meluas.
“Jika terkena segera dibersihkan dengan air bersih dan langsung ke dokter atau puskesmas setempat agar segera ditangani,” ucapnya.
(Anton Suhartono)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.