Share

Pakai celana pendek, buruh bangunan kena razia

Maimun Saleh (Koran Sindo), Koran SI · Jum'at 08 Juni 2012 06:38 WIB
https: img.okezone.com content 2012 06 07 447 643151 mG562IBP8D.jpg Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Wilayatul Hisbah (polisi syariat Islam) Kota Banda Aceh kembali melancarkan razia pakaian ketat terhadap perempuan Aceh, di Jalan Muhammad Jam, persis di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, sekira pukul 10.00 WIB.

Sedikitnya lima puluhan perempuan beragam usia terjaring. Warga yang terjaring razia dicatat namanya sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP), diberikan brosur yang menjelaskan pelaksanaan qanun (perda) syariat Islam dan sanksi bagi pelanggarnya.

Pagi tadi, tak hanya perempuan yang terjaring razia. Tiga pria menggunakan celana pendek turut ditahan sebentar. Mereka digabungkan dengan para perempuan saat dicatat nama dan diberikan penjelasan pelaksanaan syariat Islam.

Munawar, buruh bangunan yang hendak membeli cat mengaku, tidak dapat berbuat apa-apa saat dihentikan Wilayatul Hisbah. Dia hanya sempat memberikan penjelasan pada petugas, tapi tetap saja dia diminta turun dari kenderaan dan menyerahkan KTP-nya.

"Saya buruh bangunan ibu, saya sedang memasang batu bata. Ini mau beli cat, jadi buru-buru. Kenapa saya harus menyerahkan KTP?" katanya pada salah seorang petugas perempuan dari Wilayatul Wisbah, Kamis 7 Juni 2012.

Pria yang mengenakan celana sepak bola itu, mengaku setuju dengan pelaksanaan Islam. Namun dia berharap kalau pria pakai celana pendek tidak kena razia juga. "Tapi mau bagaimana sudah begini peraturannya," katanya.

Samsuddin, Kepala Seksi Penertiban dan Penindakkan Wilayatul Hisbah menyatakan, masyarakat belum sadar syariat Islam. Namun dia merilis jumlah perempuan yang terjaring razia semakin waktu semakin sedikit.

Menurutnya, agar pakai ketat tidak lagi dipakai perempuan di Aceh, pihaknya akan segera melakukan penindakan pada toko-toko penjual pakaian. "Dalam waktu dekat kita akan mengirim surat kepada pemilik toko pakaian. Apalagi gubernur terpilih saat ini sangat mendukung penegakkan syariat Islam," tegasnya.

Menurut Samsuddin, pihaknya akan terus melakukan razia sampai pakaian ketat benar-benar tidak dipakai lagi. Sepanjang dua bulan terakhir, Wilayatul Hisbah telah menjaring sedikitnya 300 perempuan yang berbusana tidak muslimah seperti mengenakan jeans dan baju ketat.

Razia yang sama juga dilakukan pekan lalu, sedikitnya 53 warga terjaring ketika itu. Razia di Jalan Soekarnoe Hatta, Kawasan Blang Bintang, Aceh Besar itu juga menjaring Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berkeliaran saat jam bertugas. (san)

(hri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini