SOLO- Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung (KGPH PA) Tedjowulan akhirnya bisa masuk ke dalam Keraton Surakarta, Jawa Tengah. Meski awalnya Tedjowulan harus mendapat pengawalan ketat dari polisi untuk masuk ke keraton.
Pantauan Okezone di lokasi, proses Tedjowulan masuk kedalam keraton kurang berjalan mulus. Meskipun Tedjowulan sudah datang pukul 07.30 WIB, namun dia tidak bisa masuk ke dalam keraton.
Tedjowulan lebih dahulu memilih masuk ke Sasono Mulyo kediaman GPH Dipokusumo, adik kandung Tedjowulan. Selama 1,5 jam lebih, Tedjowulan memilih bertahan di rumah adiknya, sebelum akhirnya Kapolresta Solo, Kombes Pol Asdjima'in, melakukan negosiasi dengan Tedjowulan.
Setelah mendapatkan jaminan dari Kapolres, sekira pukul 09.40 WIB, mantan raja kembar itu masuk ke dalam keraton yang hanya berjarak 100 meter dari kediaman KGPH Dipokusumo.
Setelah negosiasi antara pihak Kepolisian dan pihak Dewan Adat, akhirnya pintu keraton dibuka untuk Tedjowulan dan Kanjeng Pangeran (KP) Edi Wirabumi
Meski bisa masuk, Tedjowulan yang diikuti BRAy Mooryati Sudibyo, Poppy Dharsono, Nina Akbar Tandjung, serta abdi dalem yang setia dengan Tedjowulan, belum bisa mendekati Sasana Sewoko, lokasi tahta raja.
Selanjutnya, PB XIII memerintahkan KGPH Puger memanggil Tedjowulan mendekat ke tahta raja.
Dalam prosesi jumenengan, Tedjowulan duduk tepat di barisan kedua setelah KGPH Puger di samping raja. Setelah itu, Putra Mahkota PB XIII, GPH Mangkubumi, memberikan keris kepada Tedjowulan. Selanjutnya Tedjowulan dipanggil raja untuk melakukan sungkem.
Setelah prosesi sungkeman, acara dilanjutkan dengan pagelaran tari Bedoyo Ketawang yang khusus ditampilkan saat jumenengan.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.