QUITO - Otoritas Ekuador mengatakan, kedutaan besarnya di Amerika Serikat (AS) dan Inggris menerima setidaknya 10 ribu surat elektronik (surel) yang mendukung pemberian suaka politik kepada pendiri situs Wikileaks, Julian Assange.
"Lebih dari 10 ribu surel telah kami terima hampir dalam waktu yang bersamaan. Puluhan ribu orang," ujar Kementerian Luar Negeri Ekuador, yang dikutip AFP, Rabu, (27/6/2012).
"Ribuan orang telah mengirimkan permintaan kepada Pemerintah Ekuador agar memberikan suaka kepada pendiri Wikileaks Julian Assange. Mereka juga mengirimkan alasan dibalik dukungan mereka," tambah Kementerian Luar Negeri Ekuador.
Dari puluhan ribu orang yang mengirimkan dukungan mereka terhadap Assange itu beberapa diantaranya adalah sutradara film Michael Moore dan Oliver Stone, aktor Danny Glover dan seorang filsuf Noam Chomsky.
Kelompok advokasi AS untuk kebebasan sipil, Just Foreign Policy, kabarnya juga melayangkan surel kepada Presiden Ekuador Rafael Correa sebagai wujud dukungan mereka atas pemberian suaka politik bagi Assange.
Para pendukung Assange ini serempak menyatakan, dakwaan kejahatan yang dilakukan Assange hanyalah melakukan kegiatan jurnalisme. Ribuan orang ini juga mengecam tekanan terhadap Assange dan menyebutnya sebagai serangan terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk mengetahui perihal kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS).
Assange dilaporkan meminta suaka politik ke Ekuador setelah pria berkewarganegaraan Australia itu memilih berlindung di Kedutaan Besar Ekuador di London, Inggris sejak 19 Juni lalu. Tindakan ini dilakukannya sebagai aksi untuk menolak ekstradisi dirinya ke Swedia.
Assange menilai lebih baik dirinya berada di Ekuador ketimbang diekstradisi ke Swedia dimana ia didakwa dengan dua kasus kekerasan seksual yang baginya tidak lain adalah sebuah upaya rekayasa.
Menurut Assange jika dirinya berhasil diekstradisi ke Swedia maka besar kemungkinan ekstradisi terhadap dirinya akan berlanjut ke As, imana ia akan dihadapkan pada tuduhan melakukan spionase. Tuduhan ini dipicu setelah dirinya membeberkan lebih dari 250 ribu kabel diplomatik AS di situs Wikileaks.
(Rani Hardjanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.