nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Ekuador: Assange Jadikan Kedutaan Sebagai Pusat Kegiatan Mata-Mata

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 15 April 2019 18:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 04 15 18 2043830 presiden-ekuador-assange-jadikan-kedutaan-sebagai-pusat-kegiatan-mata-mata-pF51XjqX50.jpg Julian Assange. (Foto: Reuters)

LONDON – Presiden Ekuador, Lenin Moreno mengatakan bahwa pendiri Wikileaks telah melanggar berbagai syarat suakanya dan berusaha menjadikan Kedutaan Besar Ekuador di London sebagai pusat kegiatan mata-matanya. Klaim itu disampaikan Moreno kepada surat kabar Guardian.

Polisi London menyeret Assange keluar dari kedutaan pada Kamis pekan lalu setelah suaka tujuh tahunnya dicabut oleh Pemerintahan Moreno. Penangkapan Assange membuka jalan bagi ekstradisinya ke Amerika Serikat di mana dia diburu atas salah satu kebocoran informasi rahasia terbesar dalam sejarah.

BACA JUGA: Suakanya Dicabut, Pendiri Wikileaks Julian Assange Ditangkap di London

Kepada Guardian, Moreno menyatakan bahwa dia tidak bertindak sebagai pembalasan atas pembocoran dokumen tentang keluarganya oleh Wikileaks. Dia mengatakan dia menyesal Assange telah menggunakan kedutaan untuk ikut campur dalam demokrasi negara lain.

"Setiap upaya untuk mendestabilisasi adalah tindakan tercela bagi Ekuador, karena kita adalah negara berdaulat dan menghormati politik masing-masing negara," kata Moreno kepada Guardian melalui email sebagaimana dilansir Reuters, Senin (15/4/2019).

BACA JUGA: Trump: Saya Tidak Tahu Apa-Apa Soal Wikileaks

"Kami tidak bisa membiarkan rumah kami, rumah yang membuka pintunya, menjadi pusat kegiatan mata-mata," tulis Guardian mengutip Moreno.

Pendukung Assange mengatakan Ekuador telah mengkhianatinya atas perintah Washington. Mereka menyebut pencabutan suaka adalah ilegal dan itu menandai masa yang gelap bagi kebebasan pers.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini