nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ekuador Ungkap Kelakuan Buruk Assange: Mulai dari Piring Kotor Sampai Taruh Tinja di Dinding

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 15 April 2019 11:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 04 15 18 2043608 ekuador-ungkap-kelakuan-buruk-assange-mulai-dari-piring-kotor-sampai-taruh-tinja-di-dinding-tV112D1Bho.jpg Julian Assange. (Foto: Reuters)

LONDON - Pengacara pendiri Wikileaks, Julian Assange mengatakan bahwa pemerintah Ekuador telah membuat klaim-klaim palsu mengenai “perilaku menjijikkan” kliennya sebagai alasan untuk menyerahkan pria berusia 47 tahun itu kepada kepolisian Inggris.

"Hal pertama yang dikatakan adalah (bahwa) Ekuador telah membuat beberapa tuduhan yang keterlaluan," kata pengacara Assange, Jennifer Robinson, kepada Sky News pada Minggu.

Dia menambahkan bahwa Quito membuat klaim-klaim tersebut untuk mengalihkan perhatian publik dari kesalahannya sendiri dan untuk "membenarkan tindakan yang melanggar hukum dan luar biasa yaitu membiarkan polisi masuk ke dalam kedutaan."

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Ekuador Maria Paula Romo mengeluh bahwa staf kedutaan sudah terlalu lama harus menolerir pelanggaran berat yang dilakukan Assange. Pria asal Australia itu secara khusus dituduh telah "menaruh tinja di dinding," di antara hal-hal lain. Dia juga dituduh meninggalkan pakaian dalam yang kotor di toilet, tidak mau membersihkan piring, dan meninggalkan kompor menyala.

Selain itu, staf kedutaan mengeluh sebelumnya bahwa Assange juga mendengarkan musik keras-keras dan main skateboard di dalam aula kedutaan pada malam hari. Klaim-klaim tersebut membuat Assange terlihat seperti seorang remaja yang tak tahu aturan.

Robinson menolak semua tuduhan tersebut, mengatakan bahwa semua itu "tidak benar". Dia mengatakan bahwa pihak berwenang Ekuador-lah yang pada akhirnya mengubah kehidupan Assange di kedutaan menjadi semacam kurungan isolasi saat ia dikurung selama tujuh tahun.

"Saya telah mengunjunginya selama tujuh tahun terakhir. Pria ini telah berada di dalam ruangan tanpa akses keluar. Di dalam kedutaan, kondisi menjadi lebih sulit," kata pengacara itu sebagaimana dilansir RT, Senin (15/4/2019). Dia menambahkan bahwa sikap Ekuador terhadap Assange secara drastis berubah menjadi lebih buruk setelah presiden saat ini, Lenin Moreno, berkuasa.

“Jadi dia mengalami masa yang sangat sulit - itu tidak mudah.”

Pada Minggu, media Spanyol, El Pais mengunggah rekaman video kamera pengawas kedutaan yang memperlihatkan Assange bemain papan luncur di kedutaan dengan mengenakan celana pendek. Tidak diketahui apakah video tersebut diambil pada malam hari atau tidak, dan sejauh ini belum ada bukti mengenai klaim lainnya.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini