Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Kartu Truf" untuk 2014

Syukri Rahmatullah , Jurnalis-Kamis, 02 Agustus 2012 |13:09 WIB
A
A
A

DALAM kamus besar bahasa Indonesia, Kartu Truf adalah jenis kartu yang dimenangkan atas ketiga jenis kartu lainnya dalam permainan kartu atau sebuah bukti/alat yang andal pada saat terakhir untuk mengalahkan lawan.  
Kata-kata tersebut belakangan ini cukup familiar di dunia politik. Pendiri Partai Demokrat, Soekartono, pernah mengeluarkan pernyataan, "Anas Urbaningrum saya lihat posisinya sekarang bagus, karena ia punya kartu truf”.
 
Mantan Kabareskim Susno Duadji saat berani bersaksi untuk Antasari Azhar melawan Mabes Polri, sempat diduga memiliki kartu truf pimpinan mabes.
 
"Kartu truf apa? Saya ini orang lemah, tidak punya kartu truf. Saya hanya mengatakan kebenaran".
 
Dalam dunia politik, kartu truf diartikan kelemahan atau kejahatan/pelanggaran hukum yang dilakukan seseorang pejabat negara atau politisi, yang jika dibuka akan menghancurkan pejabat negara atau politisi tersebut. Hal itu ditujukan untuk kepentingan politik yang bermacam-macam. Bargaining power (tawar menawar kekuasaan) atau hanya sekadar character assasination (pembunuhan karakter).
 
Menjelang Pemilu 2014, tampaknya para politisi sudah mulai membuka satu persatu kartu truf lawan politiknya. Tentu saja tujuannya, agar pihak lawan tidak mendapat simpati rakyat dan partainya lah yang unggul.
 
Ada tiga kejadian/fenomena yang setidaknya mendukung hal tersebut. Pertama, adalah kasus Hambalang yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Tak disangkal, Anas tersandera dengan kasus tersebut. Apalagi anggotanya di DPR, Angelina Sondakh sudah ditahan KPK. Kasus ini dinilai banyak pihak adalah kartu truf Partai Demokrat.
 
Pemberitaan yang meluas membuat partai berlambang mercy itu mengalami penurunan yang signifikan dalam survei yang diadakan Litbang Kompas pada 16-19 Juli di 33 Provinsi. Partai Demokrat hanya dipilih 12,8 persen padahal pada Pemilu 2009, partai itu dipilih 44,2 persen.
 
Partai Golkar naik dari 6,2 persen menjadi 6,9 persen. PDIP turun tipis dari 9,4 menjadi 9,1 persen. Justru yang melesat tajam adalah pendatang baru seperti Partai Gerindra dan Partai Nasdem. Gerindra dari 1,5 persen jadi 6,4 persen. Nasdem yang belum ikut pemilu mendapatkan 4,5 persen. Lain itu, PKS, PAN, PPP, dan PKB semua mengalami penurunan.
 
Setelah Demokrat, kartu truf Partai Golkar juga terbuka. Kasus suap pengadaan Alquran sempat membuah heboh Tanah Air sebelum bulan puasa. Kasus itu melibatkan anggota komisi VIII DPR, Dzulkarnaen Djabar dan anaknya, Dendi Prasetya. Kasus ini lebih menyorot ke Partai Golkar, karena belum ada tersangka dari pihak Kementerian Agama.
 
Seolah menyadari bahwa kasus tersebut adalah serangan terhadap Golkar, Dzulkarnaen jumpa pers dan menegaskan bahwa kasus korupsi itu sama sekali tidak melibatkan partai dan petinggi partai Golkar.
 
Lepas itu, Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis menjadi tersangka dalam kasus suap PLTU Tarahan. Emir diduga menerima suap USD300 ribu atau Rp2,8 miliar dari PT Alstom, perusahaan pemenang tender boiler PLTU Tarahan.
 
Menjelang Pemilu 2014, baiknya partai politik melakukan bersih-bersih diri terhadap pengurusnya begitu juga dengan perwakilannya di DPR. Copot siapapun yang terindikasi terlibat korupsi agar segera diinvestigasi, jika benar maka segera dicopot agar tidak mencoreng nama partai. Citra partai tentu saja sangat berdampak bagi pemilihnya, semakin banyak koruptor di dalam partai yang ditangkap, semakin kecil juga peluang partai tersebut menjadi pemenang.
 
Diperkirakan semakin mendekati 2014 nanti, kartu truf-kartu truf lain akan terbuka di depan publik. Bisa jadi kasus korupsi, bisa juga skandal. Bagaimana dengan kartu truf Anda?
 

(Syukri Rahmatullah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement