JAKARTA - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq tetap membantah sebagai penerima suap uang Rp1 miliar dari PT Indoguna Utama untuk memuluskan impor daging. Menurut Kuasa Hukum Luthfi, Zainudin Paru tak menutup kemungkinan Ahmad Fathanah melakukan penipuan atas nama Luthfi Hasan Ishaaq.
"Tidak menutup kemungkinan ada pidana penipuan di situ," kata Kuasa Hukum Luthfi, Zainudin Paru kepada Okezone, Kamis (14/2/2013) malam.
Kata dia, hingga kini uang miliaran itu tidak pernah ada di tangan Luthfi Hasan. "Jadi bisa saja Fathanah menjual nama Pak Luthfi atau dia menipu orang, bilang diminta Pak Luthfi bisa saja seperti itu," terangnya.
Jika memang di pengadilan tidak terbukti, tak menutup kemungkinan Luthfi Hasan akan melaporkan Fathanah dengan pasal penipuan. Nama Luthfi dan Fathanah mencuat ke permukaan berawal dari operasi tangkap tangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi pada 29 Januari lalu.
Saat itu, penyidik KPK menangkap Ahmad Fathanah bersama seorang perempuan di Hotel Le Meredien, Jakarta, berikut barang bukti uang Rp1 miliar pada 29 Januari 2013. Fathanah disebut sebagai suruhan Luthfi untuk mengambil uang tersebut. Sehari berselang, KPK menetapkan dan menangkap Luthfi.
Menurutnya, Luthfi hingga kini tak pernah tahu jika Fathanah, yang dikenalnya sejak kuliah di Riyadh menerima uang sebanyak itu dan di tujukkan untuk siapa. "Meski ditanyakan ke Fathanah itu uang untuk siapa," ujarnya.
KPK, tambahnya, juga tidak pernah memberikan penjelasan, kenapa kliennya bisa ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan meski tidak menerima uang suap dan luput dari lokasi tangkap tangan. Luthfi terpaksa bersabar menuruti keinginan KPK agar pembuktian akan dihadirkan di muka sidang.
"Kita juga belum tahu apa buktinya. KPK bilang (bukti) nanti tunggu di pengadilan. Ya sabar tidak sabar harus bersabar," pungkasnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.