Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement
Pembunuhan Berantai di Ponorogo

Mayat Wanita Dikubur di Kamar Ternyata Dibunuh Pacarnya

Ahmad Subki , Jurnalis-Jum'at, 15 Februari 2013 |09:43 WIB
Mayat Wanita Dikubur di Kamar Ternyata Dibunuh Pacarnya
A
A
A

PONOROGO - Misteri pembunuhan berantai di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, akhirnya terkuak. Krisnanda Mega Pratama ternyata membunuh kekasihnya sendiri Suprihatin. Krisnanda, biasa dipanggil Mega, kemudian dibunuh ayahnya sendiri, Eko Budi.
 
Hal ini terungkap dalam olah TKP yang digelar petugas Polres Ponorogo di rumah Eko Budi di Desa Karanggebang, Kecamatan Jetis, pada Kamis, 14 Februari 2013.

Selain itu, polisi juga memintai keterangan dari beberapa saksi, termasuk istri Eko Budi, Lilik Maryani, dan anaknya, Tegar Prakoso. Sebelumnya, polisi juga memeriksa Mustakim, tetangga korban.

Dari keterangan Mustakim ini misteri terkuak, pada akhir Januari lalu, Mega sempat meminjam linggis kepadanya. Setelah itu dia masuk ke sebuah kamar di rumah Eko Budi. Di kamar itulah jenazah Suprihatin ditemukan terkubur. Diduga kuat, linggis itu digunakan untuk menggali tanah.

“Sebelum kejadian, hari Kamis (31 Januari 2013) setelah Maghrib, pinjam linggis. Buat apa? Saya tanya, katanya kamar mandinya buntu. Setelah itu, tidak tahu apa-apa. Dikembalikan besoknya (Jumat),” tutur Mustakim.

Dari keterangan tersebut serta saksi lainnya, diperkuat hasil autopsi, polisi menduga pelaku pembunuhan Suprihatin adalah sang kekasih, Mega. Mega kemudian dibunuh oleh ayah kandungnya, Eko Budi, dibantu temannya, Udin. Mayat Mega kemudian dibuang di tepi sungai.

Wakapolres Ponorogo, Kompol Tri Saksono Puspo Aji, menerangkan, pihaknya memastikan tidak ada motif asmara. Pembunuhan ini murni kriminal. Pelaku ingin menguasai harta Suprihatin, seperti komputer jinjing, telefon genggam, dan sepeda motor.

”Hasil autopsi dokter, tidak ditemukan kekerasan seksual terhadap korban Suprihatin. Dia juga tidak mengandung. Kalau dilihat dari barang-barang yang diambil, murni kriminal. Kalau dilihat, pelaku yang juga korban ini ekonominya morat-marit. Sedang tidak punya uang dan banyak utang dengan rekan rekannya,” tutur Tri.

Namun, dia menegaskan, polisi masih mengembangkan penyidikan untuk memastikan keterlibatan keluarga Mega terkait kematian Suprihatin. Sampai sore kemarin, saksi dari keluarga Mega masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Ponorogo.

(Dian AF)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement