MAMASA - Farham, salah satu anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) asal Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sempat dinyatakan hilang saat melakukan pendakian Gunung Gandang Dewata, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Farham ditemukan setelah 20 hari dinyatakan hilang, tepatnya pada Rabu, 20 Februari kemarin oleh tim pencari dan evakuasi gabungan Mapala Sulselbar.
Koordinator posko tim pencari dan evakuasi Mapala Unasman, Ahmad Qashlim, menuturkan, Farham ditemukan di lokasi yang amat jauh dari jalur normal.
“Saat ini, tim evakuasi bersama warga sekitar Gandang Dewata yang menemukan Farham akan membawa jenazahnya menuju jalur normal di pos sembilan. Setelah itu akan langsung dievakuasi ke kampung terakhir di kaki Gunung Ganda Dewata, di Desa Tondo Bakaru,” ujar Ahmad Qashlim.
Menurut Ahmad, setelah jenazah Farham tiba di pos 9 yang masih di sekitaran puncak, jenazah diperkirakan tiba di posko Tondo Bakaru sekira empat hari ke depan. Hal itu karena jarak tempuh perjalanan dari puncak turun ke kaki gunung cukup jauh.
Sementara itu, 26 anggota tim Pencari yng terdiri dari Mapala dan KPA Sulselbar yang sedianya akan berangkat pada hari ini ditarik kembali. Namun, sebagian di antaranya tetap menyusul ke Mamasa untuk membantu proses evakuasi jenazah Farham.
Diberitakan sebelumnya, Farham bersama empat mahasiswa pencinta alam lintas universitas melakukan pendakian dari kampung Rante Pongkok pada 25 Januari 2013. Sedianya, pada 30 Januari kelima pendaki sudah pulang, namun hingga 2 Februari mereka tak memberi kabar sehingga dinyatakan hilang.
Dalam proses pencarian sejak dinyatakan hilang, empat di antaranya berhasil ditemukan dengan selamat oleh tim pencari dan evakuasi di sekitar pos 7 pada Rabu, 6 Februari lalu. Keempat pendaki itu di antaranya Awaluddin dari Mapala Unsulbar, Muh Mukhsin (Taslim) dari Mapala Unasman, serta Nurhidayat dan Muhammad Ilhan dari Mapalasta UIN Alauddin Makassar.
(Risna Nur Rahayu)