Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Anwar Ibrahim Ingin Hapuskan Pemerintahan Otoriter

Aulia Akbar , Jurnalis-Senin, 25 Februari 2013 |15:01 WIB
Anwar Ibrahim Ingin Hapuskan Pemerintahan Otoriter
Foto : Anwar Ibrahim (AFP)
A
A
A

KUALA LUMPUR - Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim memamparkan sejumlah manifestonya dalam pemilu mendatang. Selain menjanjikan bahan bakar murah, Anwar berniat meghapuskan praktik pemerintahan otoriter dan korupsi di Malaysia.

"Ini merupakan hal yang berkaitan dengan warga. Kami sebagai pemimpin, hanyalah katalisator. Kami bertanggung jawab mengembalikan martabat dan harga diri warga," ujar Anwar, seperti dikutip AFP, Senin (25/2/2013).

Pemilu Parlemen Malaysia tampaknya akan dilaksanakan pada Juni mendatang. Kontes politik itu akan menjadi ajang pertarungan Partai Barisan Nasional dan koalisi tiga fraksi oposisi yang tergabung dalam Pakatan Rakyat.

Koalisi oposisi itu antara lain adalah Partai Keadilan Rakyat yang dipimpin Anwar, Partai Islam se-Malaysia (PAS), dan Partai Aksi Demokrasi yang didominasi etnis China. Sementara itu, Barisan Nasional didominasi oleh United Malays National Organisation (UMNO).

Salah satu manifesto terpenting dari fraksi oposisi adalah mengganti sistem pemerintahan yang saat ini berlangsung di Malaysia. Mereka menyebut sistem pemerintahan itu otoriter, korup, dan kerap menggunakan kekerasan dalam menindak para pembelot.

Koalisi oposisi Negeri Jiran itu juga berjanji akan memotong harga BBM dan beberapa kebutuhan pokok lainnya dengan cara menghentikan monopoli perdagangan yang selama ini dinilai hanya menguntungkan pemerintah. Mereka pun siap melakuakn reformasi di Malaysia bila memenangkan pemilu.

Meski demikian, Pemerintah Malaysia memperingatkan warganya, kemampuan fraksi oposisi yang dipimpin Anwar belum tentu bisa menjamin kesejahteraan rakyat. Pemerintah pun menyebut oposisi kurang berpengalaman dalam mengatur perekonomian dan lainnya.

"Kami tahu bahwa Pemerintahan Barisan sudah membantu warga dalam bertahun-tahun. Tidak masalah bila pemerintahan ini tetap bertahan untuk waktu yang lama. Kami tidak tua namun kami berpengalaman, Pakatan Rakyat sama sekali tidak berpengalaman. Silahkan tanya warga Selangor yang sering mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang lebih sulit untuk berbisnis," ujar Wakil Perdana Menteri Malaysia Tan Sri Muhyiddin.

(Aulia Akbar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement