WASHINGTON - Pemerintah Turki siap mengakhiri konflik di Siprus. Hal itu disampaikan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan saat berkunjung ke Amerika Serikat (AS) pekan ini.
“Saya percaya konflik itu dapat diakhiri,” ujar Erdogan, seperti dikutip Reuters, Jumat (17/5/2013).
Turki adalah pendukung aksi separatisme warga keturunan Turki di Siprus. Turki selalu memberikan bantuan kepada kelompok separatis tersebut.
Negeri bekas Kekaisaran Ottoman itu merupakan satu-satunya negara yang mengakui Negara Siprus Utara yang didirikan kelompok separatis. Turki bahkan menempatkan 30 ribu pasukannya di Siprus untuk melindungi kelompok separatis.
Hal itu membuat Turki menjadi aktor penting dalam konflik Siprus. Perdamaian di Siprus tidak akan tercapai tanpa persetujuan Turki.
Konflik Siprus selama ini menjadi batu ganjalan Turki di dunia internasional. Konflik itu menjadi salah satu penyebab gagalnya Turki menjadi anggota Uni Eropa (UE) hingga kini.
Siprus memang telah lebih dahulu menjadi anggota UE. Negara itu pun selalu menghalangi upaya Turki untuk menjadi anggota.
Namun sikap Siprus kini melunak kepada Turki. Krisis Euro membuat Siprus membutuhkan bantuan Turki untuk memeperbaiki kondisi ekonominya.