NEW YORK – Petugas HAM PBB Christof Heyns mengecam kemungkinan diciptakannya teknologi robot pembunuh. Dia menyebut robot seperti itu dapat mengancam kemanusiaan.
“Robot tidak mengerti tentang moralitas dan harga sebuah nyawa. Robot tidak boleh digunakan dalam pertempuran,” terang Heyns, seperti dikutip Guardian, Kamis (30/5/2013).
Seruan Heyns muncul di tengah maraknya penggunaan pesawat tanpa awak dalam operasi militer. Walaupun tidak berawak, pesawat semacam itu saat ini masih dikendalikan oleh operator.
Namun, beberapa negara kini diketahui sedang mengembangkan teknologi robot untuk militer. Keberadaan robot pembunuh pun diperkirakan dalam waktu dekat dapat menjadi kenyataan.
“Negara-negara sedang mengembangkan mesin yang dapat bekerja sendiri. Potensinya, teknologi (robot pembunuh) dapat terealisasi pada 10-20 tahun mendatang,” sebut pengamat HAM dari Universitas Harvard Bonnie Docherty.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.