Selain di Istanbul, protes besar juga terjadi di Ankara. Aparat melepaskan gas air mata kepada pendemo yang dituduh bertindak anarkis.
Menteri Dalam Negeri Muammer Gualer menyatakan, ada 115 aparat yang terluka akibat aksi anarkis pendemo. Sedangkan jumlah korban di pihak pendemo hanya 58 orang.
“Jika terus dibiarkan, protes ini akan merusak reputasi Turki di dunia,” ujar Menteri Luar Negeri Ahmet Davitoglu, seperti dikutip
AFP, Senin (3/6/2013).
Aksi berawal dari niat pemerintah menggusur sebuah taman di Istanbul. Warga yang menentang lalu menduduki taman itu sebagai bentuk protes.
Protes meluas saat aparat bertindak berlebihan pada pendemo. Warga lainnya yang bersimpati bergabung dengan pendemo di Lapangan Taskim.
Mereka meneriakan
yel-yel menuntut Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan mundur. Erdogan memang dianggap sebagian warga memerintah Turki secara diktator.
Seruan itu dibantah keras oleh Erdogan. Dia meminta para pendemo segera menghentikan aksi mereka.
“Jika mereka selama ini merasa sebagai seorang hamba, saya tidak bisa berkata apa-apa lagi,” pungkas Erdogan.