ISTANBUL – Serikat pekerja Turki, KESK, memberikan dukungannya pada para demonstran anti-pemerintah. Mereka berencana mogok dua hari sebagai bentuk solidaritas.
KESK beranggotakan sekira 240 ribu pegawai pemerintah. Mereka memprotes aparat Turki yang melawan demonstrans dengan kekerasan.
“Teror pemerintah terhadap aksi protes damai telah mengancam nyawa warga,” sebut pernyataan yang dikeluarkan KESK, seperti dikutip BBC, Selasa (4/6/2013).
Bentrokan antara aparat dengan demonstran terus terjadi di beberapa kota di Turki. Aparat menghujani demonstrans dengan gas air mata dan peluru karet. Sedangkan para pendemo membalasnya dengan lemparan batu.
Salah satu pendemo, Abdullah Comert, tewas ditembak orang tak dikenal. Pihak kepolisian menyangkal sosok yang menembak Comert adalah anggotanya.
Demonstrasi terus terjadi di tengah kunjungan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan ke Afrika Utara. Erdogan menyatakan, akan mengatasi demosntrasi seusai kunjungan.
“Sekembalinya dari kunjungan, aksi protes akan saya selesaikan,” pungkas Perdana Menteri itu saat tiba di Maroko.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.