Tak Seharusnya Petinggi PKS Jual Tanah Wakaf

Tegar Arief Fadly, Okezone · Jum'at 05 Juli 2013 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2013 07 05 339 832565 GV1adVeeaH.jpg Hilmi Aminuddin (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA - Penjualan tanah wakaf yang dilakukan oleh Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmi Aminudin terhadap mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq sangat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, tidak seharusnya tanah wakaf diperjual belikan.

"Tanah wakaf harus difungsikan tergantung dengan niat dari tanah itu diwakafkan. Itu tergantung dari wakafnya ditentukan untuk apa," kata Anggota Komisi VIII DPR, TB Ace Hasan Syadzily saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Jumat (5/7/2013).

Namun, Anggota Fraksi Partai Golkar itu enggan untuk menanggapi lebih jauh terkait jual beli tanah tersebut. Hanya saja Ace menerangkan bahwa seharusnya tanah wakaf didaftarkan ke dalam Badan Wakaf Indonesia (BWI) dibawah Kementerian Agama.

Yang menjadi permasalahan adalah apakah tanah yang dijual tersebut telah didaftarkan ke BWI dan difungsikan sesuai dengan niat tanah itu diwakafkan atau belum. "Tentang apakah tanah itu wakaf atau bukan wakaf harus terdaftar di BWI. Kalau (Hilmi) menjual ke LHI ya itu urusan mereka," sambungnya.

Sebelumnya, pendiri Partai Keadilan, Yusuf Supendi, menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menuding Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera, Hilmi Aminuddin, pernah menjual rumah wakaf di Cipanas, Jawa Barat kepada Luthfi Hasan Ishaaq.

Namun, rumah itu disita KPK karena diduga terkait terkait Tindak Pidana Pencucian Uang yang dilakukan Luthfi Hasan. Dia mengaku datang mendampingi Faisal Rahmat, ahli waris rumah induk wakaf wasiat Majelis Ta'lim Miqratul Quran diĀ  Jawa Barat.

Seperti diketahui, KPK menyita tanah dan bangunan itu pada 31 Mei 2013 lalu. Diduga, ada indikasi penyamaran, perubahan bentuk, pengatas namaan orang lain terkait korupsi yang dilakukan Luthfi Hasan.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini