Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Obama: Belum Ada Keputusan tentang Respons ke Suriah

Fajar Nugraha , Jurnalis-Kamis, 29 Agustus 2013 |09:56 WIB
Obama: Belum Ada Keputusan tentang Respons ke Suriah
Presiden Barack Obama (Foto: AFP)
A
A
A

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama menegaskan, dirinya belum mengambil keputusan mengenai respons yang akan diambil terkait penggunaan senjata kimia di Suriah. Ini menjawab pertanyaan mengenai spekulasi serangan AS ke Suriah.

Tetapi Obama menyimpulkan bahwa Pemerintah Suriah memang melakukan serangan yang menggunakan senjata kimia. Menurutnya, Pemerintah AS mengeluarkan kepastian bahwa Pemerintah Presiden Bashar al-Assad melakukan serangan dengan senjata kimia pada 21 Agustus lalu di Damaskus.

"Untuk saat ini, saya masih terus melakukan diskusi dengan tim keamanan nasional dan mendapatkan berbagai opsi dari pihak militer," ujar Obama, seperti dikutip VOA, Kamis (29/8/2013).

"Saya belum mengambil keputusan mengenai bagaimana respons yang diambil oleh AS atas penggunaan senjata kimia di Suriah," tuturnya.

Obama menambahkan, adalah sebuah pelanggaran atas norma internasional terhadap penggunaan senjata kimia di wilayah konflik. Hal tersebut dibutuhkan sebuah respons cepat.

"Kami sudah menyimpulkan bahwa Pemerintah Suriah melakukan serangan (kimia) ini, maka diharuskan diambil langkah konsekuensi internasional. Kami masih terus konsultasi dengan sekutu dan dunia internasional," ucap Obama.

Menurut Obama, pihaknya tidak memiliki niat untuk mengubah rezim. Tetapi baginya, dunia internasional harus menghukum negara yang menggunakan senjata kimia dan jelas-jelas melanggar hukum internasional.

(Fajar Nugraha)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement