nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prabowo: Gerindra Tak Pernah Halangi Jokowi Nyapres

Amir Sarifudin , Jurnalis · Kamis 05 September 2013 20:55 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2013 09 05 339 861477 HLwiuwOENz.jpg Prabowo Subianto (Foto: Dok. Okezone)

BALIKPAPAN- Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon melontarkan ketidaksetujuannya terhadap wacana pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, Jokowi mesti memenuhi janji untuk membenahi persoalan Ibu Kota. Fadli Zon berharap, PDIP dapat mendukung pencapresan Ketua Dewan Pembina Gerindra, Prabowo Subianto, sebagaimana yang dilakukan Gerindra ketika mendukung pencapresan Megawati Soekarnoputri pada Pemilu 2009.

Namun, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto justru mempersilakan Jokowi maju sebagai salah satu capres 2014. Prabowo sangat menghormati Jokowi, jika maju karena keinginan dan dukungan PDIP. “Bagus, itu biasa, demokrasi itu kan memang dinamis, jadi kita sangat menghormati semua,” kata Prabowo saat ditemui di Balikpapan, Kamis (5/9/2013).

Partai Gerindra, kata Prabowo, tidak pernah melarang atau menghalang-halangi  Jokowi untuk maju sebagai kandidat. “Tidak ada itu, tidak ada, kan hanya karena dibikin ramai, makanya jadi ramai (beritanya),” kata Prabowo.

Prabowo merasa  tidak  tersaingi, jika akhirnya, mantan Wali Kota Solo itu benar-benar maju dalam pilpres nanti. ”Tidak lah, ini kan demokrasi, siapapun bisa, dan semua kemungkinan bisa terjadi, namanya juga politik,”tandasnya.

Namun kata dia, yang terpenting, majunya Jokowi dalam pilpres merupakan semata-mata hanya untuk kepentingan rakyat. “Yang penting kan kepentingan rakyat, rakyat didengar, yang penting itu, sesungguhnya kepentingan rakyat dan rakyatnya memutuskanya,” ucapnya.

Dia menilai saat ini, rakyat memang membutuhkan pemimpin yang bersih dan tidak terlibat praktek korupsi. “Sekarang ini masalah utama bangsa ini masalah korupsi , kita butuh pemimpin-pemimpin yanag bersih di seluruh Indonesia, “ ujarnya.

Ketika disinggung, apakah tidak menutup kemungkinan, dirinya justru mengandeng Jokowi dalam pilpres. Prabowo belum mau memberi jawaban yang pasti, dia beralasan pelaksanaan pilpres masih jauh dan masih menunggu hasil pemilihan legeslatif (pileg). “Saya kira belum lah prosesnya masih jauh itu, nanti saja kita lihat hasil legislatif nanti, jadi kita lihat nantilah,” kilahnya.

(ugo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini