nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bebas dari Penjara, Mantan Bupati Batang Disambut bak Pahlawan

Suryono, Jurnalis · Senin 16 September 2013 13:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2013 09 16 513 866678 JUxwO3hbPf.jpg Mantan Bupati Batang Bambang Bintoro (Foto: Suryono/Sindo TV)

BATANG - Mantan Bupati Batang, Jawa Tengah, Bambang Bintoro, bebas setelah menjalani hukuman 18 bulan akibat tersangkut kasus korupsi dana APBD Batang 2004. Setelah keluar dari Rutan Rowobelang, bupati yang pernah menjabat selama dua periode itu disambut ratusan pendukungnya bak pahlawan.

Untuk menyambutnya, warga berdiri berderet di luar rutan sambil memainkan alat musik rebana. Saat Bambang Bintoro keluar, warga bergegas mendekat untuk menyalaminya. Selain itu warga juga meneriakkan yel-yel sebagai dukungan kepada Bambang.

Satgas PDIP yang mengawal pembebasan Bambang, sempat kewalahan ketika warga merangsek dan berebut salaman. Saat menjabat sebagai bupati, Bambang memang dikenal akrab dan memperhatikan warga di Kabupaten Batang.

“Pak Bintoro itu orang yang baik dan mengayomi dan selama ini selalu memperhatikan masyarakat. Sehingga kami menganggap beliau sebagai bapak kami dan bukan narapidana,” kata seorang warga, Rinto, Senin (16/9/2013).

Sementara itu, Bambang menyampaikan terima kasih dan mengaku senang dengan sambutan warga. Untuk sementara, dia belum memutuskan untuk meneruskan karier politiknya atau tidak, namun yang jelas ingin kembali ke tengah-tengah rakyat.

“Terima kasih atas dukungan masyarakat untuk menyambut kebebasan saya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Bambang menjalani penuh putusan pengadilan yang memvonisnya selama 18 bulan tanpa remisi. Setelah menjalani hukumannya, ratusan warga dengan gegap gempita menyambut pembebasannya.

Menanggapi perilaku masyarakat itu, pakar hukum sekaligus Rektor Universitas Pekalongan, Suryani, menyebutkan, saat ini warga mengalami pergeseran pemahaman mengenai sosok tokoh panutan. Bukannya diberi sanksi moral agar memberi efek jera, pembebasan napi kasus korupsi malah disambut bagai seorang pahlawan.

“Masyarakat sudah bergeser pemahamannya soal orang atau tokoh yang tersangkut kasus korupsi. Masyarakat sudah tidak percaya lagi dengan lembaga hukum dan ini sebenarnya berbahaya sebagai kelangsungan demokrasi dan penegakan hukum di Indoensia,” jelasnya.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini