Share

Prabowo: Jangan Sampai Pahlawan Hanya Jadi Nama Jalan

K. Yudha Wirakusuma, Okezone · Minggu 20 Oktober 2013 23:37 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 20 339 884133 pD1gSIwz5x.jpg Prabowo Subianto

JAKARTA - Dalam kunjungannya ke Medan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, berziarah ke makam Pahlawan Nasional Panglima Raja Sisingamangaraja XII di Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara.

Prabowo menginginkan semangat para pejuang kemerdekaan tidak hilang di jiwa masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

"Semangat perjuangan para Pahlawan Nasional jangan sampai luntur, jangan sampai nama-nama pahlawan hanya menjadi nama jalan saja. Darah dan nyawa yang mereka pertaruhkan untuk republik ini harus kita ingat sebagai semangat perjuangan kita wujudkan Indonesia Raya sesuai cita-cita Proklamasi 1945," kata Prabowo dalam keterangan persnya, Minggu (20/10/2013).

Didampingi salah satu keturunan Raja Sisimangajara XII yang bermarga Sinambela, Prabowo menabur bunga dan memberi penghormatan.

Dalam kesempatan kunjungan itu, Prabowo juga diundang Komunitas Tionghoa Medan dalam rangka Dialog Kebangsaan mengenai tantangan masalah bangsa menuju Indonesia Raya. Dalam dialog yang dihadiri ribuan masyarakat khususnya etnis Tionghoa itu, Prabowo mengingatkan pentingnya perdamaian.

"Bahwa kemakmuran akan tercapai jika ada perdamaian dan kerukunan dan huru hara kekacauan timbul karena kemiskinan. Oleh karena itu inti dari semuanya adalah bagaimana bangsa ini menyelesaikan masalah kemiskinan di tengah-tengah melimpahnya kekayaan bangsa Indonesia," tegasnya.

Terkait dengan isu-isu miring yang menerpanya selama ini dengan tuduhan kudeta dan antietnis Tionghoa, Prabowo mengatakan bahwa dirinya sudah terbiasa denga isu dan fitnah.

"Saya waktu itu Pangkostrad dengan 33 batalyon, nyatanya apakah saya kudeta? Itu tidak akan saya lakukan, karena sebagai prajurit Sapta Marga saya takut terhadap konstitusi UUD 1945. Saya lebih memilih diam menanggapi fitnah itu, biarlah waktu dan sejarah yang akan membuktikan. 'Becik ketitik ala ketara'," ungkapnya.

Prabowo juga mengatakan, Bapak Pembangunan RRC, Deng Xiao Ping, juga pernah difitnah tiga kali, dipecat tiga kali, dan dipenjara tiga kali sebelum memimpin kebangkitan China. Karena itu, mantan Danjen Kopassus ini menjelaskan bahwa dirinya ingin menjadi Deng Xiao Ping-nya Indonesia yang meskipun dituduh dan difitnah tetapi bisa membawa kebangkitan rakyat Indonesia.

"Kalau saya kan hanya satu kali dipecat, alhamdulillah. Dan saya ingin menjadi Deng Xiao Ping-nya Indonesia," harapnya.

“Indonesia segala kekayaannya, seharusnya mampu bangkit dan besar sejajar dengan RRC, Russia dan Brasil dan saya ingin memimpin kebangkitan Indonesia itu," ungkapnya.

Dalam acara itu, Prabowo didampingi oleh orang-orang dekatnya antara lain Winson Pola Direktur Utama salah satu perusahaannya yang juga adalah warga Tionghoa asal Medan, serta Abu Hermanto yang merupakan sahabat dekatnya.

(tbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini