Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ini Kisah Relawan saat Erupsi Gunung Merapi 2010

Ridho Hidayat , Jurnalis-Selasa, 05 November 2013 |12:58 WIB
Ini Kisah Relawan saat Erupsi Gunung Merapi 2010
Sarasehan tiga tahun erupsi Gunung Merapi (Foto: Ridho H/Koran Sindo)
A
A
A

SLEMAN - Ketua Relawan Saluran Komunikasi Sosial Bersama (SKSB), Thiwul alias Sriyanto, menyampaikan kisahnya saat erupsi Gunung Merapi pada 2010. Saat itu, ratusan jiwa meregang nyawa akibat terpapar lahar panas.

Dikisahkannnya, pada 26 Oktober 2010, semua warga Desa Kepuharjo, Kecamatan Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY, sudah berada di barak-barak pengungsian. Para kepala dukuh pun rutin melakukan pendataan warganya.

Saat itulah, salah satu kepala dukuh menemukan data yang belum komplit. Satu keluarga belum diketahui keberadaannya, padahal Gunung Merapi sudah meletus. Atas laporan tersebut, dia bersama rekan-rekannya berusaha melakukan penyisiran.

"Kami melakukan penyisiran, tapi tidak bisa mendekat ke sasaran karena lahar panas," kata Thiwul dalam sarasehan refleksi tiga tahun erupsi, di Hunian Tetap (Huntap) Pagerjurang, Kepuharjo.

Tim penyisiran berjumlah enam orang tersebut hanya tiga orang yang mampu sampai ke lokasi. Kemudian, datang satu relawan lagi menggunakan sepeda motor trail membawa tabung oksigen untuk keluarga tersebut. Saat itu, ada laporan Gunung Merapi akan meletus kembali dengan kekuatan yang lebih besar.

"Kami panik, harus kembali ke pos. Satu keluarga dan empat relawan saat itu terjebak," ujarnya.

Kemudian, diambil keputusan petugas segera melakukan penjemputan dengan menggunakan dua kendaraan, karena ada informasi para relawan dan keluarga yang terjebak sudah keluar rumah. 

"Korban kami temukan di tempat berbeda, karena mereka berjalan semampu tenaga. Dengan kejadian itu, menguatkan pendapat saya bahwa bencana sulit diprediksi dan tidak memandang siapa korbannya, serta tidak akan bisa dikendalikan," katanya.

"Tetapi manusia dikaruniai pikiran dan akal. Setidaknya, bisa menghindar, asal kita mematuhi imbauan," lanjut Thiwul.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat tentang siklus empat tahunan salah satu gunung teraktif di dunia itu.

"Mewakili BPPTKG (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian Geologi) periodesasi Merapi adalah empat sampai lima tahun. Dulu 2010, kira-kira dua tahun ke depan Merapi akan bekerja kembali," kata Kepala BNPB, Syamsul Maarif.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement